Perdagangan Bayi Jaringan Internasional di Bandung Timur Terbongkar

Perdagangan bayi Internasional
Ilustrasi. (Istockphoto)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sebanyak 12 orang tersangka kasus perdagangan bayi jaringan internasional dengan modus adopsi diamankan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat. Dari penangkapan tersebut, 5 bayi berhasil diselamatkan dari rencana pengiriman ke luar negeri.

Terungkapnya kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas tidak wajar di sebuah rumah penampungan bayi di kawasan Bandung Timur.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menerangkan sejumlah bayi yang telah diselamatkan direncanakan akan dikirimkan ke Singapura.

“Kasus human trafficking ini melibatkan 12 tersangka. Malam ini kami juga mengamankan 6 korban, 5 di antaranya kami datangkan dari Pontianak,” ujarnya kepada media di Mapolda Jabar, dikutip Selasa (15/7/2025).

Para tersangka memiliki peran berbeda dalam jaringan ini, mulai dari perekrut awal, penampung bayi, pembuat dokumen palsu, hingga pengirim ke luar negeri.

“Kami juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk berkas paspor dan dokumen kepemilikan bayi,” tambah Hendra.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Kombes Pol Surawan, mengungkapkan bahwa penyelidikan kasus ini masih berlangsung dan berpotensi melibatkan pengiriman bayi ke luar negeri selain Singapura.

“Sebagian besar bayi berasal dari wilayah Jawa Barat. Penyelidikan bermula dari laporan orang tua yang mencurigai adanya penculikan anak. Berdasarkan informasi awal, tercatat sudah ada 24 bayi yang diperjualbelikan,” ujar Surawan.

Baca Juga:

Dijual Rp 55 Juta Sampai 85 Juta, Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Perdagangan Bayi di DIY

Polri Berhasil Bongkar Jaringan Perdagangan Bayi Antar Pulau!

Para pelaku diduga menyamarkan praktik perdagangan bayi dengan kedok proses adopsi, padahal tujuannya adalah menjual bayi ke luar negeri. Setiap bayi dihargai sekitar Rp11 juta.

Saat ini, para tersangka dijerat dengan pasal terkait penculikan anak di bawah umur dan/atau tindak pidana perdagangan orang, dengan ancaman hukuman penjara hingga 15 tahun.

(Virdiya/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
KDS Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
KDS: Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
Pelatih Baru Timnas Indonesia John Herdman
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Oman: Ujian Perdana John Herdman di GBK, Garuda Bidik Hasil Positif
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Kadeudeuh Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
Berita Lainnya

1

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
Headline
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara