Wikipedia Terancam Diblokir, Komdigi Beri Ultimatum 7 Hari

-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan peringatna terakhir kepada Wikimedia Foundation untuk segera mendaftarkan diri sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) lingkup privat di Indonesia. Jika tidak dipenuhi dalam waktu tujuh hari kerja, layanan mereka, termasuk Wikipedia dan Wikimedia Commons, terancam diblokir.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menegakkan aturan yang berlaku bagi seluruh platform digital, baik lokal maupun asing.

Alasan dan Aturan PSE

Kewajiban pendaftaran PSE diatur dalam Permenkominfo Nomor 5 Tahun 2020 yang mewajibkan seluruh platform digital yang beroperasi di Indonesia untuk terdaftar secara resmi. Aturan ini mencakup berbagai layanan, mulai dari media sosial, e-commerce, hingga search engine dan platform berbasis komunitas seperti Wikimedia.

Menurut Komdigi, tujuan utama dari pendaftaran ini adalah untuk memastikan legalitas operasional, perlindungan data pengguna, serta menciptakan ekosistem digital yang lebih tertib. Pemerintah juga menegaskan bahwa proses pendaftaran ini tidak dipungut biaya dan berlaku untuk semua platform tanpa terkecuali, termasuk organisasi nirlaba.

Namun, hingga saat ini Wikimedia Foundation belum menyelesaikan proses pendaftaran tersebut, meskipun sudah diberikan beberapa kali perpanjangan waktu sejak tahun 2025.

Baca Juga:

Peneliti Tingkatkan Verifikasi Informasi di Wikipedia dengan Bantuan AI

Komdigi Pantau Ketat YouTube dan Roblox, Belum Patuhi Aturan Perlindungan Anak

Timeline dan Ancaman Pemblokiran

Proses evaluasi kepatuhan Wikimedia terhadap aturan PSE sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Komdigi pertama kali mengirimkan pemberitahuan pada 14 November 2025. Sejak saat itu, Wikimedia beberapa kali meminta perpanjangan waktu, namun belum juga menyelesaikan kewajiban registrasi.

Bahkan, pada Februari 2026, pemerintah sempat melakukan pemblokiran terbatas terhadap salah satu layanan Wikimedia. Komdigi juga telah mengundang pihak Wikimedia untuk membahas hal ini pada April 2026, tetapi pihak Wikimedia menyatakan tidak memiliki perwakilan di Indonesia.

Kini, per 15 April 2026, Komdigi memberikan perpanjangan waktu terakhir selama tujuh hari. Jika hingga batas waktu tersebut Wikimedia masih belum mendaftar, pemerintah menegaskan akan mengambil langkah tegas berupa pemblokiran penuh terhadap seluruh layanannya di Indonesia.

(Magang Unpas / Rahmadani)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026