BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menagih ratusan penunggak pajak dengan nilai besar. Diperkirakan total tagihan dari para penunggak tersebut mencapai Rp50 hingga Rp60 triliun.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pihak Kementerian sudah memiliki daftar 200 penunggak pajak besar. Dirinya mengklaim negara berpotensi memperoleh penerimaan pajak hingga Rp60 triliun dengan menagih para penunggak pajak tersebut.
“Kita punya list 200 penunggak pajak besar. Itu yang sudah inkrah. Kita mau kejar dan eksekusi, tagihannya sekitar Rp 50 triliun hingga Rp 60 triliun,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTA di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (22/9/2025).
Purbaya memastikan bahwa langkah tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat dan penunggak pajak tersebut tidak bisa lari dari kewajiban perpajakannya.
“Dalam waktu dekat ini akan kita tagih, dan mereka gak akan bisa lari,” katanya.
Langkah ini merupakan salah satu kebijakan Quick Win Menkeu Purbaya untuk memperbaiki performa penerimaan negara, khusunya penerimaan pajak negara.
Baca Juga:
Asosiasi Tekstil Dukung Sikap Menkeu Purbaya Berantas Impor Ilegal
Masih Dikeluhan, Menkeu Purbaya Bakal Sidak Perkembangan Core Tax
Dalam konferensi pres tersbut, Purbaya menyampaikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per Agustus 2025 mengalami defisit sebesar Rp321,6 triliun atau 1,35 persen dari PDB.
Kementerian melaporkan bahwa pendapatan negara terkumpul sebesar Rp1.638,7 triliun atau 57,2 persen dari target proyeksi (outlook) APBN tahun 2025. Nilai tersebut terkoreksi sebesar 7,8 persen dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.777,3 triliun.
Penurunan pendapatan negara ini pun terlihat pada hampir seluruh komponen penerimaan termasuk penerimaan pajak.
Serapan dari perpajakan turun sebesar 3,6 persen dengan nilai realisasi Rp1.330,4 triliun atau 55,7 persen dari outlook. Untuk penerimaan dari pajak, nilainya terkoreksi sebesar 5,1 persen dengan nilai realisasi Rp1.135,4 triliun atau 54,7 persen dari outlook.
Sementara itu, belanja negara per 31 Agustus 2025 tercatat sebesar Rp1.960,3 triliun atau 55,6 persen dari outlook. Nilai tersebut tumbuh 1,5 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.930,7 triliun.
(Raidi/Budis)










