Pemerintah Buru Rp60 T dari 200 Penunggak Pajak, Purbaya: Mereka Ga Akan Bisa Lari

Penunggak Pajak
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi (YouTube/Kementerian Keuangan RI)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menagih ratusan penunggak pajak dengan nilai besar. Diperkirakan total tagihan dari para penunggak tersebut mencapai Rp50 hingga Rp60 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pihak Kementerian sudah memiliki daftar 200 penunggak pajak besar. Dirinya mengklaim negara berpotensi memperoleh penerimaan pajak hingga Rp60 triliun dengan menagih para penunggak pajak tersebut.

“Kita punya list 200 penunggak pajak besar. Itu yang sudah inkrah. Kita mau kejar dan eksekusi, tagihannya sekitar Rp 50 triliun hingga Rp 60 triliun,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTA di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (22/9/2025).

Purbaya memastikan bahwa langkah tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat dan penunggak pajak tersebut tidak bisa lari dari kewajiban perpajakannya.

“Dalam waktu dekat ini akan kita tagih, dan mereka gak akan bisa lari,” katanya.

Langkah ini merupakan salah satu kebijakan Quick Win Menkeu Purbaya untuk memperbaiki performa penerimaan negara, khusunya penerimaan pajak negara.

Baca Juga:

Asosiasi Tekstil Dukung Sikap Menkeu Purbaya Berantas Impor Ilegal

Masih Dikeluhan, Menkeu Purbaya Bakal Sidak Perkembangan Core Tax

Dalam konferensi pres tersbut, Purbaya menyampaikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per Agustus 2025 mengalami defisit sebesar Rp321,6 triliun atau 1,35 persen dari PDB.

Kementerian melaporkan bahwa pendapatan negara terkumpul sebesar Rp1.638,7 triliun atau 57,2 persen dari target proyeksi (outlook) APBN tahun 2025. Nilai tersebut terkoreksi sebesar 7,8 persen dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.777,3 triliun.

Penurunan pendapatan negara ini pun terlihat pada hampir seluruh komponen penerimaan termasuk penerimaan pajak.

Serapan dari perpajakan turun sebesar 3,6 persen dengan nilai realisasi Rp1.330,4 triliun atau 55,7 persen dari outlook. Untuk penerimaan dari pajak, nilainya terkoreksi sebesar 5,1 persen dengan nilai realisasi Rp1.135,4 triliun atau 54,7 persen dari outlook.

Sementara itu, belanja negara per 31 Agustus 2025 tercatat sebesar Rp1.960,3 triliun atau 55,6 persen dari outlook. Nilai tersebut tumbuh 1,5 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.930,7 triliun.

(Raidi/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
tangerang-10k
Menabung di bank bjb Semakin Mudah Dapatkan Tiket Lari Tangerang 10K
WhatsApp Image 2026-07-20 at 12.15
Kasus Judi Online di Bojongloa Kaler Tinggi, Farhan: Penanganan Dimulai dari Keluarga
WhatsApp Image 2026-07-20 at 21.01
KDS Instruksikan OPD dan PDAM Bergerak Cepat Atasi Dampak Kekeringan
Tas Eiger
Semua Tas Eiger Garansi Seumur Hidup, Dibuat Presisi dari Tenaga Terampil dan Mesin Canggih
WhatsApp Image 2026-07-20 at 20.30
BPJS Kesehatan Wilayah V Percepat Transformasi Digital, Permudah Akses Layanan JKN bagi Masyarakat Jabar
Berita Lainnya

1

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions

4

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
IMG-20260720-WA0002
Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Wisata Air Kalimalang, Pastikan Berjalan Sesuai Perencanaan
IMG-20260720-WA0001
Komisi III DPRD Kota Bekasi Tinjau Aset PDAM dan Evaluasi Kinerja PT Migas untuk Optimalkan PAD
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025