Asosiasi Tekstil Dukung Sikap Menkeu Purbaya Berantas Impor Ilegal

Impor Tekstil Ilegal
Ilustrasi (Pinterest)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) mendorong pemerintah untuk memberantas impor tekstil dan produk tekstil (TPT) ilegal yang diperkirakan mencapai 28.000 kontainer per tahun.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawata menuturkan, agenda ini telah didorong sejak lama oleh kalangan pengusaha tekstil.

“Agenda ini (memberantas impor ilegal) telah menjadi usulan yang didorong seluruh kalangan pertekstilan nasional dalam 3 tahun terakhir,” ujar Redma dalam keterangan tertulis, dilansir dari Bisnis, Senin (22/9/2025).

Redma mengungkap, kalangan produsen tekstil nasional telah lelah dengan adanya praktik importasi ilegal sementara usulan pemberantasan tersebut selalu gagal.

“Kalangan produsen tekstil nasional telah muak dengan praktik importasi illegal dan hampir putus asa karena usulannya selalu kandas. Terutama karena dugaan keterlibatan oknum pejabat ASN hingga oknum aparat serta politisi di dalamnya,” ujar Redma.

Redma mengungkap besaran praktik importasi tekstil dan produk tekstil (TPT) dari China yang masuk ke Indonesia secara ilegal.

Merujuk pada data dari tradmap.org, terdapat importasi TPT senilai 1,5 – 2 miliar dolar AS dari China tidak tercatat di Bea Cukai setiap tahunnya. Jumlah tersebut setara dengan 28.000 kontainer barang impor ilegal.

Baca Juga:

45 Persen Bansos Tidak Tepat Sasaran, Nilainya Capai Rp17 Triliun

Bea Cukai Sita 18,2 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp27,1 Miliar

Untuk itu, Redma mengatakan pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait pemberantasan impor ilegal memberikan titik terang terhadap permasalahan tersebut, serta menjadi angin segar bagi para pengusaha dan industri tekstil. Ia pun menyatakan akan mendukung Menteri Keuangan terhadap komitmen tersebut.

“Pernyataan Menkeu kemarin membawa harapan baru bagi kami bahwa pemerintah secara bertahap mulai melakukan perbaikan khususnya dalam agenda birokrasi bersih. Terlebih sebelumnya Presiden telah mengangkat Dirjen Bea Cukai dari kalangan militer,” jelas Redma.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya menyatakan siap memberantas impor ilegal yang menjadi salah satu akar masalah dan mengganggu persaingan usaha dalam negeri. Kata dia, penyelundupan memiliki dampak yang besar terhadap industri lokal.

“Pertama kita akan beresin itu yang penyelundupan-penyelundupan yang palsu-palsu, yang impor nggak jelas, yang ilegal, kita akan beresin itu,” ujar Purbaya, Jumat (19/9/2025).

(Raidi/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City