9 Balita di Tasikmalaya Keracunan, BGN: Makanan Lampaui Waktu Aman

9 Balita di Tasikmalaya Keracunan, BGN: Makanan Lampaui Waktu Aman
Ilustrasi (bing)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Badan Gizi Nasional (BGN) membantah kabar sembilan balita di Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program makan bergizi gratis (MBG).

Ketua Tim Investigasi BGN, Karimah Muhammad, menjelaskan hasil pemeriksaan menunjukkan sembilan balita tersebut mengonsumsi paket MBG jauh melewati batas waktu aman konsumsi atau best before.

“Mereka baru mengonsumsi makanan pada pukul 16.00-17.00 WIB, padahal makanan dibagikan sekitar pukul 10.00–11.00 WIB,” ujarnya.

Karimah, jeda waktu konsumsi yang terlalu lama menyebabkan makanan menjadi tidak layak santap sehingga memicu gangguan pada saluran pencernaan. “Jadi, insiden ini terjadi karena makanan dikonsumsi jauh di luar batas best before yang sudah diinformasikan sebelumnya,” tegasnya.

Baca Juga:

426 Siswa SMAN 1 Yogyakarta Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan!

Fakta 345 Siswa Bandung Barat Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Dinkes Turun Tangan

Dijelaskan, SPPG Tasikmalaya Manonjaya Cibeber setiap harinya menyiapkan sekitar 3.896 porsi MBG, termasuk untuk 190 anak balita dari empat posyandu. Pada hari kejadian, distribusi makanan dilakukan sesuai jadwal, yakni pukul 10.00-11.00 WIB menggunakan mobil khusus.

“Sejak awal, kepala SPPG sudah menegaskan hidangan MBG hanya baik dikonsumsi sebelum pukul 13.00 siang,” tambah Karimah.

ementara itu, Kepala SPPG Tasikmalaya Manonjaya Cibeber, Elvira Hawari, mengungkapkan dari sembilan balita tersebut, satu anak diketahui sempat mengonsumsi pempek setelah makan MBG, sedangkan satu lainnya bukan penerima manfaat program MBG.

“Mereka sempat dibawa ke bidan desa karena mual dan muntah, lalu diberi obat antimuntah dan dipulangkan. Keesokan harinya, kondisi mereka sudah normal dan kembali bermain, seperti biasa,” jelas Elvira.

BGN menegaskan insiden tersebut tidak terkait dengan kualitas atau proses distribusi MBG, melainkan disebabkan kesalahan waktu konsumsi yang melewati batas aman penyimpanan makanan.

(usamah kustiawan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City