Dugaan Keracunan MBG, Operasional SPPG Lani di Nabire Dihentikan Sementara

Sppg Tangerang
(dok. Humas Pemkab Tangerang)
-

Tidak ada video disisipkan.

NABIRE, TEROPONGMEDIA.ID – Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lani di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, resmi dihentikan sementara menyusul dugaan kasus keracunan pada penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai respons cepat untuk memastikan keamanan pangan, sekaligus membuka ruang investigasi menyeluruh terhadap insiden tersebut.

Koordinator Wilayah BGN Nabire Marsel Asyerem menyebut keputusan penghentian operasional berasal dari BGN pusat melalui surat resmi yang ditandatangani Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III, Rudi Setiawan.

BGN langsung bergerak melakukan investigasi lapangan awal serta berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Kesehatan dan BPOM.

Pemeriksaan dilakukan secara komprehensif, mencakup:

  • Kualitas bahan baku makanan
  • Proses pengolahan di dapur
  • Distribusi makanan ke sekolah
  • Standar kebersihan dan sanitasi dapur

Sampel makanan yang digunakan dalam program MBG saat ini tengah diuji di laboratorium guna memastikan penyebab pasti dugaan keracunan.

“Penutupan sementara dilakukan sebagai respons cepat untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan dalam program MBG,” ujar Marsel.

Baca Juga:

Ini Daftar SPPG yang Ditutup BGN Imbas Keracunan MBG

BGN menegaskan dapur SPPG Lani baru akan kembali beroperasi setelah seluruh proses investigasi selesai dan dinyatakan memenuhi standar keamanan pangan sesuai regulasi yang berlaku.

“Operasional akan dibuka kembali setelah hasil uji laboratorium keluar dan dipastikan sesuai standar keamanan pangan,” tambahnya.

Penutupan ini juga mengacu pada kebijakan percepatan pengelolaan keamanan pangan guna mencegah risiko serupa terjadi kembali.

Diketahui, SPPG Lani selama ini melayani 17 sekolah di wilayah Nabire dengan total 1.892 penerima manfaat, yang terdiri dari siswa dan tenaga pengajar.

BGN pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, karena proses investigasi dilakukan secara transparan oleh instansi terkait,” tutup Marsel.

Kasus ini menjadi sorotan penting dalam pelaksanaan program MBG, terutama dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan bagi para penerima manfaat.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
IMG-20260725-WA0002
Wildan: Setiap Aspirasi Akan Kami Perjuangkan
IMG-20260725-WA0001
Nuryadi Tegaskan Aspirasi Warga Tak Berhenti di Reses, Siap Dikawal Hingga Masuk RKPD
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial