12 Ribu Rumah di Cimahi Masih Tidak Layak Huni, Pemkot Siapkan Anggaran Rp7,6 Miliar

Rumah tidak layak huni Cimahi
Ilustrasi. (Istockphoto)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengatakan saat ini masih ada lebih dari 12 ribu unit rumah tidak layak huni (Rutilahu) dari total sekitar 120 ribu rumah di Kota Cimahi, Jawa Barat. Menurutnya, kondisi tersebut harus segera ditangani agar tidak menjelma menjadi kawasan kumuh.

“Rumah tidak layak huni bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi menyangkut keselamatan penghuni, kesehatan, dan kelayakan hidup. Dari rumah yang sehat dan layak, akan lahir generasi yang berkualitas,” ujar Ngatiyana, mengutip Antara, Minggu (14/9/2025).

Pada tahun anggaran 2025, Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) menyiapkan dana sebesar Rp7,6 miliar untuk memperbaiki 304 unit Rutilahu, termasuk rumah warga yang terdampak bencana alam.

Ngatiyana berharap program ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah dengan menyediakan tempat tinggal yang sehat, aman, dan nyaman.

“Keterbatasan anggaran daerah, regulasi yang membatasi kewenangan, serta masih banyaknya usulan bantuan yang belum memenuhi syarat menjadi hambatan tersendiri. Meski demikian, sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah terus dioptimalkan agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas,” kata dia.

“Data kita sebagian besar ada di Cimahi Tengah dan Selatan. Karena di sana daerah urban, kemudian daerah industri dengan kepadatan yang sangat tinggi, otomatis pemanfaatan tanahnya akan sangat intens. Sehingga mungkin, kaidah bangunan layak huninya kurang terperhatikan,” katanya.

Baca Juga:

Pemkot Cimahi Luncurkan Layanan Publik Terintegrasi “WA Mantap”

Lestarikan Budaya, Pemkot Cimahi Namai Jalan Gunakan Aksara Sunda

Endang menuturkan, perbaikan Rutilahu menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Hal ini karena kondisi Rutilahu berpengaruh terhadap indeks pembangunan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Rutilahu itu kan sangat penting, untuk meningkatkan kualitas, selain kualitas lingkungan tapi juga masalah kesehatan masyarakat. Jadi ini tentunya menjadi agenda yang akan terus kita laksanakan,” katanya.

(Virdiya/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
KDS Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
KDS: Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
Pelatih Baru Timnas Indonesia John Herdman
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Oman: Ujian Perdana John Herdman di GBK, Garuda Bidik Hasil Positif
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Kadeudeuh Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
Berita Lainnya

1

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

5

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
Headline
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara