Tungku Bakar Sampah Dilarang KLH, Jangan Disamakan dengan PLTSa

Tungku Bakar Sampah Dilarang KLH, Jangan Disamakan dengan PLTSa
Proses Pembakaran Sampah Incinerator (greeneration.org)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melarang pengelolaan sampah menggunakan sistem tungku bakar, yang kerap dikenal masyarakat sebagai insinerator. Pasalnya, proses pembakaran yang tidak sempurna dari alat ini dapat menimbulkan dampak kesehatan yang serius

“Menteri LH memastikan melarang keras penggunaan itu (tungku bakar), karena menghasilkan dioksin-furan yang menyebabkan kanker,” kata Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, saat ditemui di Jakarta, pada Kamis (2/10).

Hanif menambahkan, dioksin dan furan termasuk senyawa yang tidak mudah terurai di alam. Meskipun sampah hilang karena terbakar, senyawa berbahaya ini masih tertinggal. “Umurnya 20 tahun lebih,” ujarnya.

Tungku bakar ini umumnya hanya menggunakan suhu 800 derajat Celcius. Bahkan, suhunya bisa kembali turun ketika tutup tungku dibuka. Dengan begitu, proses pembakaran menjadi tidak sempurna.

Baca Juga:

Bandung Pasang Insinerator di Gedebage, Targetkan Olah 300 Ton Sampah per Hari

Pemkot Bandung Genjot Insinerator, Bidik 300 Ton Sampah Terolah per Hari di 2025

IIni berbeda dengan teknologi yang digunakan dalam Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), proyek kolaborasi antara Danantara, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pemerintah daerah.

Teknologi insinerator atau pembakaran pada PLTSa, menggunakan suhu lebih dari 1.000 derajat Celcius. Pembakaran juga dilakukan tertutup, sehingga tidak menyebabkan fluktuasi panas.

Hanif memastikan teknologi yang digunakan dalam proyek PLTSa itu aman.

“Wajib aman, itu proven,” katanya. Emisi yang dihasilkan dari proses pembakaran juga dikontrol penuh melalui sistem air quality control.

Apa Itu Dioksin dan Furan

World Health Organization (WHO) menjelaskan, dioksin merupakan senyawa kimia sangat beracun yang menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Di antaranya masalah reproduksi dan gangguan perkembangan, merusak sistem kekebalan tubuh, mengganggu hormon, hingga menyebabkan kanker.

Senyawa ini termasuk persistent environmental pollutants atau senyawa yang tidak mudah terurai di lingkungan. Selain itu, waktu paruhnya saat berada di tubuh manusia, mencapai 7-11 tahun.

Dioksin dapat dihasilkan dari proses manufaktur, seperti peleburan, pemutihan klorin pada pulp kertas, serta pada proses pembuatan herbisida dan pestisida. Insinerator sampah yang tidak terkendali juga menghasilkan zat berbahaya ini.

Polychlorinated dibenzo-p-dioxin (PCDD) dan polychlorinated dibenzofuran (PCDF) termasuk dalam istilah dioksin dan zat mirip dioksin. Keduanya memiliki struktur dan sifat serupa, serta disebabkan oleh aktivitas yang sama. (usamah kustiawan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
IMG-20260725-WA0002
Wildan: Setiap Aspirasi Akan Kami Perjuangkan
IMG-20260725-WA0001
Nuryadi Tegaskan Aspirasi Warga Tak Berhenti di Reses, Siap Dikawal Hingga Masuk RKPD
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial