Bandung Perketat Penanganan Sampah Sungai, DLH: Ada Mekanisme Khusus dan Penanganan Terstruktur

Bandung Perketat Penanganan Sampah Sungai, DLH: Ada Mekanisme Khusus dan Penanganan Terstruktur
Kepala DLH Kota Bandung, Darto (Kyy/TM)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Kota Bandung memperkuat koordinasi lintas dinas dalam menangani persoalan sampah, khususnya sampah yang terbawa arus sungai. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menegaskan bahwa pengelolaan sampah sungai dilakukan melalui mekanisme khusus di luar sistem pengangkutan sampah permukiman.

Kepala DLH Kota Bandung, Darto, menjelaskan sampah yang masuk ke aliran sungai memiliki karakteristik berbeda, sehingga tidak dapat ditangani dengan pola pengangkutan konvensional. Karena itu, tugas penanganan secara teknis menjadi kewenangan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABM).

“Sampah sungai ditangani langsung oleh PU. Mereka memiliki insinerator sendiri, dan volume sampah yang diangkut mencapai sekitar 5 ton setiap hari,” kata Darto, Rabu (19/11/2025).

Darto menyebut, sampah yang tersangkut di aliran sungai dikumpulkan terlebih dahulu di titik-titik tertentu sebelum diproses di unit pengolahan DSDABM. Langkah ini dianggap lebih efektif mengingat sampah sungai datangnya sporadis, terutama saat curah hujan meningkat.

Baca Juga:

Farhan Apresiasi Warga, Soroti Tantangan Besar Pengolahan Sampah Kota Bandung

Pengolahan Sampah Kota Bandung Mulai Kurangi Beban TPA, DLH: Targetkan 1.500 Ton Tak Lagi Dibakar Sembarangan

 

“Setelah dikumpulkan, sampah tersebut ditangani dan diselesaikan di unit pengolahan DSDABM. Ini agar prosesnya lebih cepat dan terfokus,” ucapnya.

Dengan pembagian peran yang tegas antara DLH dan DSDABM, Pemkot Bandung memastikan penanganan sampah berjalan lebih terukur, baik sampah dari kawasan permukiman maupun yang mengalir melalui sungai.

Koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) juga terus diperkuat untuk mencegah tumpukan sampah yang dapat mengganggu keindahan kota atau menghambat fungsi saluran air. 

Langkah ini menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi banjir dan menjaga kebersihan lingkungan, terutama menjelang musim hujan.

(Kyy/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

5

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026