Di Balik Kota yang Bersih, Kisah Para Sopir Truk Sampah Bandung yang Berjuang Tanpa Lelah

Kisah Supir Truk Sampah
Antrean mobil pengangkut sampah di TPA Sarimukti. (Ist)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID —  Setiap hari, sejak fajar hingga larut malam, truk-truk sampah Kota Bandung melintasi rute panjang menuju TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat. 

Di balik mesin besar yang terus menyala, ada para sopir yang bekerja senyap tanpa panggung, namun menjadi garda terdepan dalam menjaga wajah kota tetap bersih.

Mereka bukan sekadar pengemudi. Mereka adalah penjaga kota yang memastikan tumpukan sampah dari TPS tidak berubah menjadi masalah bagi jutaan warga Bandung.

Salah satu sopir itu adalah Rusman (43), akrab disapa Jali, yang sudah tujuh tahun mengabdikan diri sebagai sopir truk sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung.

Setiap pagi dirinya berangkat dari TPS Binongjati, membawa muatan yang harus segera dibuang ke Sarimukti. Namun perjalanan tidak selalu lancar. Antrean panjang di area pembuangan sering kali membuatnya harus menunggu berjam-jam, bahkan menginap.

“Kadang bisa sampai malam, kadang malah nginep di sini. Tapi namanya tanggung jawab, tetap harus dijalankan,” kata Jali Jumat, (14/11/2025).

Baca Juga:

Atasi Darurat Sampah Bandung, Farhan Gerak Cepat, Siapkan Empat Insinerator dan Teknologi Pengolahan Baru

Gunungan Sampah 3 Meter di Jalan Dakota Jadi Sorotan, Warga Bandung Teriak Bau dan Minta Pemkot Segera Bertindak

 

Di tengah antrean, Jali dan para sopir lain beristirahat di dalam truk, berbincang, saling menyemangati.

“Yang penting sabar. Kita kerja bareng supaya sampah dari kota bisa cepat diangkut,” ucapnya.

Tak jarang, mereka harus tinggal dua hari di Sarimukti. Tidur di kabin truk, makan seadanya. Semua dilakukan demi satu hal yakni Bandung tetap bersih.

Tak jauh dari truk Jali, Rohmat (51) tampak menunggu giliran di landasan manuver baru yang dibangun UPTD PSTR DLH Provinsi Jawa Barat. Rohmat sudah 20 tahun menjadi sopir truk pengangkut sampah hampir setengah hidupnya.

Setiap hari dirinya berangkat dari kawasan Jalan Sudirman sekitar pukul 10 pagi. Dalam sehari Rohmat hanya bisa menarik satu rit, karena kondisi antrean yang padat.

“Kalau di sini lancar, di kota juga bersih. Itu yang bikin semangat,” ujar Rohmat.

Baginya, pekerjaan ini bukan sekadar mencari nafkah, melainkan salah satu bentuk pengabdian terhadap Kota Bandung.

“Orang lihatnya cuma truk lewat. Padahal perjuangannya panjang. Kami cuma ingin warga Bandung nyaman,” katanya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui UPTD Pengelolaan Sampah TPA Regional (PSTR) Sarimukti.

Penyempitan area landfill membuat truk hanya bisa bermanuver satu per satu. Laporan DLH Jabar menyebut peningkatan fasilitas manuver dan penataan area kini dilakukan untuk mempercepat proses bongkar muatan.

Namun di lapangan, dampaknya terasa. Beberapa TPS di Bandung mulai mengalami penumpukan sampah.

“Sampah mah enggak bisa diajak main. Sehari enggak keambil aja, langsung numpuk segunung,” ujar Jali.

Meski para sopir bekerja siang malam, persoalan sampah tidak dapat selesai tanpa keterlibatan warga. Upaya memilah sampah dari rumah, mengurangi sampah anorganik, serta mendukung program lingkungan di tingkat RW dan kelurahan sangat dibutuhkan.

“Warga juga harus bantu. Pisahkan sampah dari rumah, jangan buang sembarangan. Itu sangat membantu kerja kami,” katanya.

Sore perlahan berubah menjadi malam. Satu per satu truk keluar dari area pembuangan, kembali menyusuri jalanan panjang menuju Kota Bandung. Bagi para sopir, hari belum selesai. Esok, sebelum matahari naik, mereka sudah kembali menjemput sampah dari sudut-sudut kota.

Mereka mungkin tidak memakai seragam gemerlap. Tidak berdiri di podium. Namun berkat mereka, Bandung tetap bernapas, tetap nyaman, tetap bersih. Merekalah pahlawan kota yang bekerja dalam senyap

(Kyy/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

3

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

4

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

5

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi
Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian