Pemkot Bandung Genjot Insinerator, Bidik 300 Ton Sampah Terolah per Hari di 2025

Pemkot Bandung Genjot Insinerator, Bidik 300 Ton Sampah Terolah per Hari di 2025
Ilustrasi-Tumpukan sampah di Babakan Siliwangi saat Kota Bandung darurat sampah. (Kyy/TM)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat pemasangan insinerator sebagai solusi darurat penanganan sampah. Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyebut saat ini sudah ada delapan unit insinerator beroperasi dan enam unit lainnya tengah dalam proses pemasangan.

“Dengan tujuh unit saja kita sudah bisa mengolah sekitar 160 ton sampah per hari. Jika 14 unit berfungsi penuh, kebutuhan pengolahan sampah harian Kota Bandung yang mencapai 220 ton bisa tertangani,” kata Erwin, Kamis (2/10/2025).

Erwin menegaskan, insinerator berkapasitas besar lebih aman digunakan karena sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Sementara itu, insinerator kecil dihentikan operasionalnya karena belum memenuhi standar keamanan.

“Kita larang yang kecil, karena belum ada SNI. Yang besar semua sudah sesuai standar. Prinsipnya, jangan sampai menambah masalah lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga:

Pengurangan Kuota TPA Sarimukti, Bandung Berisiko Timbun 10 Ribu Ton Sampah per Bulan

Atasi Masalah Sampah, Indonesia Luncurkan Proyek Waste to Energy Akhir Oktober

Selain insinerator, Pemkot Bandung juga menyiapkan opsi Refuse Derived Fuel (RDF), yakni teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif untuk pabrik semen di Sukabumi.

“RDF ini nanti akan dibawa ke pabrik semen. Bahkan saya sempat usulkan bagaimana kalau RDF bisa dibuat skala RW. Tapi tentu perlu kajian lebih lanjut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto, menuturkan proses pemasangan unit baru terus dikebut. satu unit mulai dipasang di Kecamatan Gedebage.

“Total delapan unit sudah terpasang, tinggal enam lagi. Semua insinerator thermal yang kita gunakan sudah ber-SNI sejak 2023. Targetnya, di akhir 2025 Bandung bisa mengolah 300 ton sampah per hari,” jelasnya.

Darto juga menambahkan, insinerator kecil tidak dioperasikan karena berisiko sulit diawasi.

“Teknologi thermal pasti ada polusi. Karena itu lebih baik dikonsolidasikan dengan kapasitas minimal 10 ton per hari agar mudah dipantau dan sesuai regulasi,” ujarnya.

Pemkot Bandung optimistis bisa menekan timbunan sampah di TPS maupun jalanan, serta mencapai kondisi pengelolaan sampah yang lebih aman dan terkendali sebelum akhir 2025.

(Kyy/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026