Menkeu Purbaya: Indonesia Masih Aman, Belum Darurat Energi di Tengah Konflik Global

Purbaya cukai
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (Instagram/menkeuri)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah memastikan kondisi energi nasional masih aman meski eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terus memanas.

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan Indonesia belum berada dalam situasi darurat energi. Ia juga memastikan pemerintah belum akan mengubah postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 maupun kebijakan subsidi energi.

“APBN kita masih tahan. Saya belum akan ubah APBN atau subsidi yang ada, kecuali nanti harga minyak naik sangat tinggi,” ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Purbaya menekankan bahwa indikator darurat energi bukan hanya kenaikan harga minyak, melainkan terganggunya pasokan energi. Hingga saat ini, Indonesia dinilai masih berada dalam kondisi aman karena suplai energi tetap tersedia.

“Darurat energi itu bukan soal harga, tapi kalau suplainya berhenti. Sekarang suplai masih ada, jadi belum bisa disebut darurat,” jelasnya.

Pemerintah pun memilih bersikap hati-hati dengan terus memantau perkembangan global tanpa mengambil langkah tergesa-gesa.

Sebagai perbandingan, Filipina telah menetapkan status darurat energi nasional sejak 24 Maret 2026 akibat terganggunya pasokan bahan bakar imbas konflik di Timur Tengah.

Namun, kondisi tersebut belum terjadi di Indonesia. Purbaya memastikan ketahanan pasokan energi nasional masih terjaga dengan baik.

Baca Juga:

Dipicu Kebijakan Tarif AS, Harga Minyak Dunia Naik

Terkait kebijakan subsidi bahan bakar minyak (BBM), pemerintah memastikan belum ada rencana perubahan dalam waktu dekat.

“Setahu saya tidak ada perubahan. Jadi anggaran jangan diganggu dulu, ini masih terlalu dini,” tegas Bendahara Negara tersebut.

Dari sisi asumsi makro, harga minyak mentah Indonesia (ICP) saat ini berada di kisaran 74 dolar AS per barel, sedikit di atas asumsi APBN yang berada di level 70 dolar AS per barel.

Meski demikian, selisih tersebut masih dinilai dalam batas aman dan dapat dikelola oleh pemerintah.

“Kalau kenaikannya masih seperti ini, kita masih bisa hitung. Tapi kalau melonjak tinggi, baru kita evaluasi lagi,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
KDS Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
KDS: Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
Pelatih Baru Timnas Indonesia John Herdman
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Oman: Ujian Perdana John Herdman di GBK, Garuda Bidik Hasil Positif
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Kadeudeuh Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
Berita Lainnya

1

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Headline
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara