Penggelapan Lamborghini, Eks Pengacara Anak Bos Prodia Jadi Tersangka

Mantan Pengacara bos prodia tersangka
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi (Antara)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya resmi menetapkan mantan pengacara Arif Nugroho (AN) anak bos Prodia, Evelin DH (EDH), sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan sebuah mobil mewah Lamborghini. Keputusan ini diambil setelah penyidik menemukan cukup bukti dalam gelar perkara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, mengungkapkan bahwa penyidik telah memeriksa 24 saksi dan mendapatkan bukti-bukti kuat yang mengarah pada keterlibatan EDH dalam kasus ini.

“Kami menemukan bukti yang cukup untuk menetapkan EDH sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP. Peristiwa ini terjadi pada April 2024 di Jakarta Selatan,” ujar Ade Ary kepada wartawan, Jumat (21/2/2025).

Sejak tahap penyidikan dimulai pada 10 Februari, polisi telah meminta keterangan dari satu ahli hukum pidana dan satu ahli hukum perdata.

Selain itu, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain, mutasi rekening koran bank, bukti transfer transaksi keuangan, informasi dan dokumen elektronik terkait transaksi keuangan, nota tanda terima, dokumen kendaraan terkait mobil dan lamborghini yang menjadi objek perkara.

Penyidik terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap aliran dana serta keterlibatan pihak lain dalam dugaan penggelapan tersebut.

BACA JUGA:

Polda Metro Jaya Ungkap Tiga Anggota di PTDH Terkait Kasus Penyuapan Anak Bos Prodia

Propam Periksa Bintoro soal Dugaan Pemerasan ke Bos Prodia

Kronologi Kasus Lamborghini

Kasus ini bermula ketika AN, yang saat itu menghadapi perkara hukum atas dugaan pembunuhan dan pemerkosaan anak di bawah umur, meminta EDH menjual mobil Lamborghini miliknya. AN berharap uang hasil penjualan kendaraan tersebut dapat digunakan untuk membiayai upaya hukum agar kasusnya dihentikan.

Menurut laporan polisi, AN meminta EDH mentransfer hasil penjualan Lamborghini senilai Rp3,5 miliar kepadanya. Namun, EDH diduga tidak pernah menyerahkan uang tersebut kepada AN.

Merasa dirugikan, pengacara baru AN, Pahala, melaporkan EDH ke Polda Metro Jaya pada 27 Januari 2025. Laporan tersebut mencakup dugaan penipuan, penggelapan, serta pencucian uang yang dilakukan EDH.

“Polda Metro Jaya menerima laporan polisi LP/B/612 Tanggal 27 Januari terkait dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, dan tindak pidana pencucian uang dengan pelapor Saudara PM serta terlapor Saudari EDH,” ungkap Ade Ary, pada (29/1/2025).

Saat ini, penyidik masih mendalami kasus ini untuk mengungkap aliran dana hasil penjualan mobil serta motif sebenarnya di balik dugaan penggelapan tersebut.

(Virdiya/)

 

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

5

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026