Lansia Terlantar hingga ODGJ di Cimahi Ditangani Terpadu Lewat Rumah Singgah

-

Tidak ada video disisipkan.

CIMAHI, TEROPONGMEDIA.ID – Sistem layanan perlindungan sosial di Kota Cimahi diperkuat melalui peresmian Rumah Singgah yang dikelola Dinas Sosial Kota Cimahi. Fasilitas ini disiapkan sebagai tempat perlindungan sementara bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), termasuk lansia terlantar, penyandang disabilitas, warga dalam kondisi krisis sosial, serta orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Peresmian rumah singgah dilakukan oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya penataan layanan sosial agar penanganan warga rentan tidak lagi bersifat insidental, melainkan terintegrasi dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Sosial Kota Cimahi, Totong Solehudin, menjelaskan bahwa rumah singgah berfungsi sebagai titik transit layanan. Warga yang terjaring akan mendapatkan pemenuhan kebutuhan dasar dan asesmen awal sebelum dirujuk ke layanan lanjutan, seperti fasilitas kesehatan, rehabilitasi sosial, atau pemulangan ke keluarga.

Bangunan rumah singgah berdiri di atas lahan seluas 411,25 meter persegi dengan luas bangunan 221,94 meter persegi dan terdiri dari dua lantai. Fasilitas ini memiliki kapasitas lima orang, termasuk satu ruang khusus untuk ODGJ. Masa tinggal klien dibatasi maksimal lima hingga tujuh hari, menyesuaikan hasil asesmen petugas sosial.

Baca Juga:

Pemkot Cimahi Serahkan Gerobak, Kompor, dan Tabung Gas sebagai Penguatan Ekonomi Masyarakat

Cegah Kecurangan, Pemkot Cimahi Awasi Ketat Takaran SPBU di Momen Libur Nataru

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa rumah singgah dibangun untuk memastikan negara hadir secara cepat saat masyarakat berada dalam situasi darurat sosial. Menurutnya, penanganan warga terlantar harus dilakukan dengan pendekatan kemanusiaan sekaligus tata kelola yang jelas.

“Rumah singgah ini bukan tempat penampungan permanen, tetapi ruang aman sementara agar penanganan bisa dilakukan secara tepat dan terarah,” ujar Ngatiyana.

Ia menambahkan, keberadaan rumah singgah juga memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan fasilitas kesehatan, aparat kewilayahan, dan instansi terkait lainnya. Dengan sistem ini, penanganan warga rentan tidak berhenti pada evakuasi, tetapi dilanjutkan dengan solusi jangka menengah.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026