Ketua DPRD Kota Banjar Jadi Tersangka Korupsi Tunjangan, Negara Rugi Rp3,52 Miliar

Korupsi GMIM
Ilustrasi. (Pixabay)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANJAR, TEROPONGMEDIA.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banjar menetapkan Ketua DPRD Kota Banjar berinisial DRK sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan tunjangan perumahan dan transportasi di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Banjar tahun anggaran 2017–2021.

Penetapan tersangka dilakukan setelah ekspos perkara pada Rabu (16/4/2025). Pemeriksaan terhadap DRK berlangsung pada Senin (21/4/2025) dan langsung diikuti dengan penahanan di Rutan Kebon Waru, Bandung, selama 20 hari ke depan.

Kepala Kejari Kota Banjar, Sri Hariyanto, menjelaskan bahwa penetapan DRK sebagai tersangka didasarkan pada bukti kuat, termasuk keterangan saksi, ahli, serta hasil audit kerugian negara.

“DRK diduga melampaui kewenangannya dalam pengusulan kenaikan tunjangan perumahan dan transportasi bagi pimpinan serta anggota DPRD Kota Banjar secara melawan hukum,” ujar Sri dalam keterangan tertulis, Senin (21/4/2025).

Berdasarkan hasil penyidikan, kebijakan tersebut mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp3.523.950.000. Kenaikan tunjangan itu bahkan tercatat dilakukan dua kali pada tahun 2020, di tengah kondisi pandemi COVID-19.

BACA JUGA:

Wakil Ketua DPRD Bekasi Jadi Tersangka Dugaan Kasus Suap

Selain itu, pada tahun 2017, DRK tidak segera menyesuaikan peraturan wali kota dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif DPRD. Akibatnya, pembayaran tunjangan yang tidak sesuai ketentuan terus berlangsung selama 15 bulan.

Selama proses penyidikan, Kejari telah memeriksa 64 saksi dan menyita hampir 200 dokumen sebagai barang bukti. Sri menyatakan, penyidikan masih berlanjut dan tidak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka jika ditemukan bukti baru.

“Tentunya jika ditemukan minimal dua alat bukti yang sah secara hukum, akan kami tindak lanjuti,” tegas Sri.

Atas perbuatannya, DRK disangkakan melanggar:

Primair: Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Subsidair: Pasal 3 Jo Pasal 18 UU yang sama, Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kejaksaan Negeri Kota Banjar menegaskan akan menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan akuntabel demi tegaknya supremasi hukum.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
KDS Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
KDS: Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
Pelatih Baru Timnas Indonesia John Herdman
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Oman: Ujian Perdana John Herdman di GBK, Garuda Bidik Hasil Positif
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Kadeudeuh Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
Berita Lainnya

1

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

5

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
Headline
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara