Skandal Sawit Nasional! Mafia Ekspor CPO Bikin Negara Boncos Rp15 Triliun

ekspor CPO
Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan 11 orang sebagai tersangka dalam kasus lanjutan ekspor minyak mentah kelapa sawit. (X/ngabarinsawit)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Kejaksaan Agung membongkar praktik korupsi sistemik dalam kegiatan ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya periode 2022–2024. Skandal ini menjadi perampokan hak negara yang menyebabkan hilangnya penerimaan hingga belasan triliun rupiah.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menegaskan bahwa penyimpangan tersebut telah menimbulkan kerusakan luas mulai dari keuangan negara, tata kelola komoditas strategis, hingga rasa keadilan publik.

“Dampaknya luas dan sistemik. Tidak hanya terhadap keuangan negara, tetapi juga tata kelola komoditas strategis serta rasa keadilan di masyarakat,” kata Syarief di Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Negara Dirugikan, Bea Keluar dan Levy Sawit Tak Dibayar

Dari sisi fiskal, Kejagung menemukan bea keluar dan pungutan sawit (levy) yang seharusnya masuk ke kas negara tidak dibayarkan. Padahal, instrumen tersebut menjadi tulang punggung pengelolaan komoditas strategis nasional.

Lebih serius lagi, kebijakan pengendalian ekspor CPO menjadi lumpuh. Komoditas yang seharusnya tunduk pada pembatasan, larangan ekspor, hingga kewajiban pemenuhan kebutuhan dalam negeri justru lolos ke pasar global lewat rekayasa klasifikasi.

Akibatnya, tujuan perlindungan kepentingan masyarakat termasuk stabilitas harga minyak goreng menjadi sekadar slogan usang.

Tata Kelola Sawit Rusak, Wibawa Negara Dipertaruhkan

Kejagung menilai praktik ini telah menggerogoti kewibawaan regulasi negara. Pengabaian aturan dan manipulasi hukum menciptakan preseden berbahaya: hukum bisa dinegosiasikan, negara bisa dikalahkan.

Jika tidak ditegakkan secara tegas, praktik semacam ini berpotensi berulang dan menjadikan sektor sawit sebagai ladang bancakan elite birokrasi dan korporasi.

Kerugian Negara Sementara Tembus Rp14,3 Triliun

Syarief menyebutkan, hingga kini tim auditor masih menghitung kerugian pasti negara. Namun, berdasarkan perhitungan sementara penyidik, kerugian keuangan negara dan/atau kehilangan penerimaan negara diperkirakan mencapai Rp10,6 triliun hingga Rp14,3 triliun.

Sebagian besar kerugian itu terkonsentrasi pada aktivitas ekspor yang dilakukan sejumlah grup perusahaan dalam kurun 2022–2024.

“Itu baru kerugian keuangan negara. Belum termasuk potensi kerugian perekonomian negara yang masih kami hitung,” tegas Syarief.

Baca Juga:

Prabowo Kumpulkan 5 Taipan Nasional di Hambalang, Ada Prajogo Hingga Aguan!

2 Bos PT DSI Ditahan Bareskrim, Kasus Skandal Dana Syariah!

11 Tersangka: Pejabat hingga Bos Perusahaan

Dalam perkara ini, penyidik Jampidsus telah menetapkan 11 tersangka, yang berasal dari unsur pejabat negara hingga direksi perusahaan swasta:

  1. LHB – Pejabat Kementerian Perindustrian
  2. FJR – Direktur Teknis Kepabeanan Ditjen Bea Cukai
  3. MZ – Pejabat KPBC Pekanbaru
  4. ES – Direktur PT SMP, PT SMA, PT SMS
  5. ERW – Direktur PT BMM
  6. FLX – Dirut PT AP
  7. RND – Direktur PT TAJ
  8. TNY – Direktur PT TEO
  9. VNR – Direktur PT SIP
  10. RBN – Direktur PT CKK
  11. YSR – Dirut PT MAS dan Komisaris PT SBP

Para tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 serta UU Tipikor, dengan ancaman pidana berat dan perampasan aset.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun