Kemendikdasmen Ikuti Kebijakan WFH, Tekankan Kerja dari Rumah Bukan ‘Bebas di Mana Saja’

SPMB 2025
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti (Dok. Kemendikdasmen)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Kebijakan Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan yang diterapkan pemerintah turut diikuti oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Namun, implementasinya tidak sekadar fleksibilitas kerja, melainkan tetap mengedepankan kedisiplinan dan kontrol kerja.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa WFH memiliki batasan yang jelas. Ia menekankan bahwa konsep bekerja dari rumah berbeda dengan bekerja dari mana saja (work from anywhere).

“Kerja di rumah bukan berarti bekerja dari mana saja,” tegasnya.

Menurutnya, ASN tetap diwajibkan berada di rumah saat menjalankan WFH. Hal ini penting agar mereka tetap bisa merespons kebutuhan mendesak, termasuk menghadiri rapat atau agenda yang tiba-tiba membutuhkan kehadiran fisik.

“Ketika sewaktu-waktu diperlukan untuk meeting atau agenda mendesak, mereka tetap bisa hadir melaksanakan tugas,” lanjutnya.

Baca JUga:

Ikuti Kebijakan WFH ASN, Pariwisata Kota Bandung Berpotensi Naik

Kemendikdasmen sendiri mengikuti skema nasional, di mana ASN bekerja dari kantor selama empat hari dan satu hari dari rumah, umumnya pada hari Jumat. Kebijakan ini mulai berlaku sejak 1 April 2026 sebagai bagian dari upaya efisiensi energi dan pengurangan mobilitas.

Selain itu, pemerintah juga menekankan bahwa tidak semua pekerjaan bisa dilakukan secara daring. Oleh karena itu, sistem WFH harus tetap diimbangi dengan kehadiran langsung di kantor untuk menjaga efektivitas kerja.

Di sisi lain, kebijakan ini tidak berdampak pada kegiatan belajar mengajar. Proses pendidikan di sekolah tetap berjalan normal secara tatap muka selama lima hari dalam sepekan.

Kebijakan WFH satu hari ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menekan konsumsi energi, termasuk bahan bakar. Bahkan, pemerintah memperkirakan langkah ini bisa memberikan efisiensi signifikan.

“Ada hitungan kasar… bisa menghemat sekitar 20 persen penggunaan BBM,” ungkap pemerintah.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026