DPR Minta Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Sekolah di Daerah 3T

SD rusak di Bogor
Ilustrasi. (Istockphoto)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadikan sekolah-sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai prioritas utama dalam program revitalisasi sekolah nasional.

Menurut Lalu, penambahan target revitalisasi dari 11.700 sekolah menjadi 71.700 sekolah merupakan langkah positif. Namun, ia menegaskan bahwa pelaksanaannya harus berbasis pemetaan kebutuhan yang objektif, terukur, dan transparan, bukan sekadar mengejar angka target.

“Sekolah-sekolah di wilayah 3T harus ditempatkan sebagai prioritas utama, karena di sanalah kesenjangan pendidikan paling nyata terjadi. Revitalisasi tidak boleh hanya fokus pada wilayah yang mudah dijangkau,” ujar Lalu di Jakarta, Jumat.

Ia menyatakan dukungan terhadap kebijakan perluasan target tersebut, tetapi menekankan bahwa keadilan pendidikan harus menjadi dasar utama dalam penentuan lokasi revitalisasi, terutama bagi sekolah-sekolah dengan kondisi infrastruktur paling memprihatinkan.

Baca Juga:

MBG Dibagikan 3 Kali Sehari di Sekolah Rakyat

Sebagai contoh, Lalu menyoroti kondisi SMPN 48 Sa Ate Gaikiu di Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur. Sekolah tersebut viral karena memiliki bangunan berdinding kayu, atap jebol, dan lantai tanah—kondisi yang dinilainya jauh dari standar kelayakan sarana pendidikan.

“Bagaimana kita bisa bicara peningkatan kualitas SDM jika anak-anak belajar di ruang kelas berlantaikan tanah dan beratap bocor? Ini bukan sekadar soal fasilitas, tapi soal keadilan dan hak dasar pendidikan,” tegasnya.

Berdasarkan data Kemendikdasmen tahun ajaran 2024/2025, terdapat sekitar 1,18 juta ruang kelas SD di Indonesia, namun 60,3 persen di antaranya berada dalam kondisi rusak. Sementara pada jenjang SMP, hanya 50,33 persen ruang kelas yang berada dalam kondisi baik, dengan rincian 24,73 persen rusak ringan, 17,96 persen rusak sedang, dan 6,97 persen rusak berat.

Lalu juga mendorong agar pemerintah pusat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pendataan dan pelaksanaan revitalisasi sekolah, sekaligus memastikan pengawasan anggaran yang ketat agar program benar-benar tepat sasaran.

Menurutnya, Komisi X DPR RI akan terus mengawal kebijakan dan anggaran sektor pendidikan agar program revitalisasi tidak berhenti sebagai proyek administratif, tetapi benar-benar berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran dan pemerataan akses pendidikan di seluruh Indonesia.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

5

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City