Komisi X DPR Minta 4 Kementerian Ini Tidak Menerapkan Efisiensi Anggaran, Ini Alasannya!

Komisi X DPR Habib Syarif - efisiensi anggaran kementerian
Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad Alaydrus. (Dok. Parlementaria)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Berdasarkan sejumlah alasan, Komisi X DPR RI meminta kebijakan efisiensi anggaran tidak diterapkan di empat kementerian.

Anggota Komisi X, Habib Syarief Muhammad Alaydrus, menyebutkan keempat kementerian tersebut, yaitu Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek); Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen); Kementerian Kesehatan (Kemenkes); dan Kementerian Agama (Kemenag).

Habib Syarif menyampaikan itu dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi X DPR RI dengan Pengurus Besar Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PBPGSI), Forum Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) iGTK 02 SMA-SMK, Ikatan Guru Sertifikasi Swasta (IGSS) PLPG Indonesia, dan Forum Guru Swasta Nasional Passing Grade Tahun 2023, yang berlangsung di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2/2025).

“Anggaran 20% untuk pendidikan adalah amanat undang-undang. Saya memahami efisiensi yang dilakukan pemerintah saat ini, tetapi saya meminta kepada Presiden agar empat kementerian ini tidak terkena efisiensi. Keempatnya memegang peran vital bagi kemajuan bangsa dan memerlukan perhatian khusus,” tegas Habib Syarief seperti dilansir Parlementaria.

BACA JUGA: BKN Terapkan 10 Kebijakan Efisiensi Anggaran 2025, WFA Jadi Sorotan

Ia juga menyinggung bahwa tahun ini Komisi X DPR RI akan mengkaji kembali Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang telah berusia 21 tahun, guna memastikan kebijakan pendidikan tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Senada dengan itu, Anggota Komisi X DPR RI, Karmila Sari, menyoroti bahwa permasalahan dalam dunia pendidikan tidak lepas dari kebijakan anggaran yang harus dijalankan secara bertahap.

“Kesejahteraan guru berhubungan langsung dengan peningkatan perekonomian nasional. Namun, di sisi lain, administrasi yang berlebihan juga menjadi kendala. Misalnya, aplikasi iGTK 02 yang seharusnya mempermudah pengelolaan tunjangan profesi, justru membuat guru sibuk dengan validasi data. Ini mengganggu fokus mereka dalam mengajar,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah dan kementerian terkait dapat menyelesaikan persoalan administrasi ini agar guru dapat lebih fokus dalam mendidik generasi bangsa.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Dewi Coryati, menekankan pentingnya peran guru honorer dan sekolah swasta dalam sistem pendidikan nasional.

“Kita tahu rasio guru dan murid di Indonesia masih timpang. Maka, kehadiran guru honorer menjadi solusi, dan kami telah memperjuangkan pengangkatan mereka menjadi PPPK di periode sebelumnya,” ujar Dewi.

Ia menambahkan bahwa sekolah swasta hadir untuk menjawab keterbatasan negara dalam menyediakan layanan pendidikan yang merata. Oleh karena itu, tugas pemerintah adalah memastikan sekolah swasta tetap bertahan dan memiliki kualitas pendidikan yang tidak kalah dengan sekolah negeri.

“Kami berharap dapat menyelesaikan permasalahan ini secara komprehensif, sehingga solusi yang dihasilkan juga menyeluruh. Dengan begitu, guru tidak lagi harus datang ke DPR dengan keluhan yang sama,” tutupnya.

Komisi X DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan pendidikan, guna memastikan kualitas pendidikan di Indonesia semakin meningkat.

 

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

3

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

5

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi
Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian