Kasus Pesta Pernikahan Maut Anak KDM, EO Jadi Sasaran!

EO pernikahan anak KDM
(Instagram/fakta.indo)
-

Tidak ada video disisipkan.

GARUT, TEROPONGMEDIA.ID — EO atau penyelenggara acara pesta pernihakan anak Gubernur Jabar Dedi Mulyadi alias KDM dengan Wakil Bupati Garut (Maula Akbar-Putri Karlina), menjadi sorotan sebagai pihak yang patut bertanggungjawab atas insiden maut akibat kericuhan saat berebut makanan.

Pakar hukum pidana Universitas Islam Nusantara (Uninus), Leni Anggraeni, mendesak Polda Jawa Barat untuk mempercepat penyidikan kasus kericuhan yang terjadi di Pendopo Garut, dan mengakibatkan tiga orang tewas.

Leni menegaskan bahwa meskipun peristiwa maut pesta pernikahan anak KDM itu tidak disengaja, tetapi kelalaian pihak EO tetap harus diproses secara hukum.

“Di mana ada kelalaian yang menyebabkan kematian, yang paling mungkin ini tanggung jawab dari pihak EO,” kata Leni, mengutip Antara, Sabtu (23/8/2025).

Dia menjelaskan bahwa hal tersebut sesuai dengan Pasal 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang kelalaian yang mengakibatkan kematian.

Leni juga mengingatkan kepolisian agar tidak menimbulkan kesan tegas terhadap kalangan bawah tetapi lemah terhadap elite, mengingat kasus ini melibatkan pejabat daerah hingga pusat.

“Perlihatkan bahwa polisi itu penegak hukum yang baik, sehingga hak orang di mata hukum harus sama, termasuk dalam kasus tiga orang yang meninggal dunia ini,” tegasnya.

Leni menambahkan bahwa pemaafan dari keluarga korban tidak boleh menghentikan proses pidana.

“Jangan sampai karena ada pejabat politik, polisi tidak melakukan penyelidikan atau penyidikan. Kuncinya ada di polisi untuk menentukan apakah tragedi ini mengandung unsur pidana atau tidak,” katanya.

BACA JUGA

Insiden Maut Pernikahaan Anak Dedi Mulyadi di Garut Bisa Dijerat Pasal Pidana

Tok, Pesta Pernikahan Bebas Royalti Musik

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menyatakan bahwa penyidik telah memeriksa Wakil Bupati Garut dan suaminya.

Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri dugaan kelalaian yang menimbulkan korban jiwa. Namun, hingga kini hasil pemeriksaan tersebut belum dapat disampaikan secara resmi kepada publik.

“Itu kemarin yang saya minta tapi belum dikasih (data hasil pemeriksaan),” kata Hendra pada 27 Juli 2025.

Hingga satu bulan setelah kejadian, Polda Jabar belum merilis perkembangan lebih lanjut terkait penyelidikan kasus tersebut.

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
tangerang-10k
Menabung di bank bjb Semakin Mudah Dapatkan Tiket Lari Tangerang 10K
WhatsApp Image 2026-07-20 at 12.15
Kasus Judi Online di Bojongloa Kaler Tinggi, Farhan: Penanganan Dimulai dari Keluarga
WhatsApp Image 2026-07-20 at 21.01
KDS Instruksikan OPD dan PDAM Bergerak Cepat Atasi Dampak Kekeringan
Tas Eiger
Semua Tas Eiger Garansi Seumur Hidup, Dibuat Presisi dari Tenaga Terampil dan Mesin Canggih
WhatsApp Image 2026-07-20 at 20.30
BPJS Kesehatan Wilayah V Percepat Transformasi Digital, Permudah Akses Layanan JKN bagi Masyarakat Jabar
Berita Lainnya

1

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
IMG-20260720-WA0002
Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Wisata Air Kalimalang, Pastikan Berjalan Sesuai Perencanaan
IMG-20260720-WA0001
Komisi III DPRD Kota Bekasi Tinjau Aset PDAM dan Evaluasi Kinerja PT Migas untuk Optimalkan PAD
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025