Kakak Hary Tanoe Dicekal KPK, Kasus Dugaan Korupsi Bansos Beras

kakak Hary Tanoe
Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik, B Rudijanto Tanoesoedibjo. (Instagram/xenaphore)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencekal Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik, B Rudijanto Tanoesoedibjo (BRT) untuk bepergian ke luar negeri. Rudijanto merupakan kakak dari Bos MNC Group, Hary Tanoesoedibjo.

Pencegahan ini terkait penyidikan kasus dugaan korupsi penyaluran bantuan sosial (bansos) beras di Kementerian Sosial (Kemensos) tahun anggaran 2020.

“KPK melakukan larangan bepergian ke luar negeri terhadap empat orang berinisial ES, BRT, KJT, dan HT terkait penyidikan perkara penyaluran bansos beras untuk keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) TA 2020,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Selasa (19/8/2025).

Selain Rudijanto, KPK juga mencegah tiga pihak lain, yakni:

  • Edi Suharto (ES), mantan Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos periode 2017–2021 yang kini menjabat staf ahli menteri sosial bidang perubahan dan dinamika sosial.
  • Kanisius Jerry Tengker (KJT), Dirut PT Dosni Roha Logistik periode 2018–2022.
  • Herry Tho (HT), Direktur Operasional PT Dosni Roha Logistik periode 2021–2024.

Budi menyebut, surat pencegahan berlaku sejak 12 Agustus 2025 selama enam bulan ke depan.

“Tindakan ini dilakukan karena keberadaan mereka dibutuhkan dalam rangka penyidikan dugaan korupsi dimaksud,” ujarnya.

Baca Juga:

Pejabat Pemkab Karawang Dilaporkan ke Polda Jabar, Kasus Dugaan Penipuan!

Iwakum Ajukan Judicial Review UU Pers ke MK, Minta Perlindungan Hukum Wartawan

KPK menegaskan, perkara ini merupakan pengembangan kasus korupsi bansos yang sebelumnya menyeret mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara. Lembaga antirasuah sudah menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru sejak awal Agustus 2025.

“Sudah ada tersangka dalam kasus ini,” kata Budi. Namun, KPK belum mengumumkan identitas lengkap para tersangka dengan alasan kepentingan penyidikan.

Kasus bansos beras ini diperkirakan menyeret sejumlah pihak di lingkaran perusahaan penyedia jasa logistik. Dugaan awal mengarah pada praktik mark up hingga penyalahgunaan wewenang dalam distribusi bantuan bagi keluarga penerima manfaat di masa pandemi Covid-19.

Hingga kini, KPK masih melakukan pemeriksaan saksi dan penelusuran aliran dana untuk menguatkan konstruksi perkara.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026