Federasi Buruh Migran Ungkap KP2MI Soal Bikin Paspor Khusus Bagi Pekerja Migran Ngawur

KP2MI Ngawur
Ilustrasi.-Paspor (pixabay)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Federasi Buruh Migran Nusantara Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (F-BUMINU SARBUMUSI) menyatakan kritik terhadap kinerja Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).

Ali Nurdin yang Notabene pengusul adanya kementerian ini, menilai kinerja KP2MI sejak dilantik masih terkesan serampangan dan cenderung seremonial tanpa menyentuh isu-isu substansial perlindungan pekerja migran.

Pernyataan ini muncul dalam rapat pengurus pusat F-BUMINU SARBUMUSI yang diadakan di Graha Sarbumusi, Jakarta Pusat, pada Selasa (10/12/2024).

Rapat yang dihadiri oleh para ketua bidang, sebagian besar mantan pekerja migran, menyoroti berbagai kekurangan dalam langkah-langkah awal KP2MI.

Kritik terhadap Internal KP2MI

Ali Nurdin menegaskan bahwa KP2MI belum mampu melakukan konsolidasi internal yang baik, sehingga berimbas pada komunikasi publik yang kurang terarah.

“KP2MI belum mampu mengonsolidasikan SDM internalnya, dan ini berdampak pada komunikasi publik yang serampangan,” ujar Ali.

Ia juga mengkritik lemahnya bangunan kemitraan KP2MI dengan NGO, serikat buruh migran.

“Kementerian ini membutuhkan masukan dari berbagai elemen lintas sektor, tetapi hingga kini upaya tersebut belum terlihat,” tambahnya.

Menolak Penggunaan Paspor Khusus PMI F-BUMINU anggap Kebijakan Ngawur

Salah satu kebijakan yang dianggap ngawur adalah rencana KP2MI untuk membuat paspor khusus bagi pekerja migran. Menurut Ali, langkah ini justru memperkuat stigma diskriminasi. terhadap PMI.

“Paspor khusus ini seolah mempertahankan status PMI sebagai profesi rendahan, yang jelas menyakitkan bagi kami yang pernah menjadi PMI,” ungkapnya dengan nada tegas.

Fokus Kerja yang Dinilai Tidak Tepat

Ali juga menilai KP2MI terlalu fokus pada penyidakan dan pemulangan pekerja migran non-prosedural, sementara persoalan mendasar belum tersentuh.

“Kerja seperti ini seperti tukang pemadam kebakaran. PR besar yang lebih penting menyentuh pada akar persoalan, masyarakat nekat bermigrasi itu akibat faktor kebutuhan, sempitnya lapangan kerja terutama bagi yang berpendidikan rendah, serta masih sulit dan berbelitnya pemberangkatan yang resmi,” jelasnya.

“Sementara sindikat pemberangkatan non-prosedural yang cenderung pada TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) justru melibatkan berbagai lembaga negara, seperti imigrasi dan otoritas bandara dan dan lembaga lainnya juga ikut bermain. Maka “Pemerintah sendiri seolah terlibat dalam praktik ini. Jika pemerintah serius, pelakunya jelas dan bisa ditindak,” kata Ali.

BACA JUGA: Federasi Buruh Migran Berharap Menteri P2MI Bisa Selesaikan Persoalan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Harapan untuk KP2MI

Ali Nurdin berharap KP2MI segera memperbaiki dan meningkatkan kapasitas internal, membuka peluang yang lebih luas, memperkuat kemitraan lintas sektor, dan memberikan pelayanan yang mudah, transparan, Ia juga meminta KP2MI berani mengambil langkah konkret untuk mengatasi berbagai persoalan lainnya.

“Jika layanan resmi lebih mudah, transparan, dan berpihak kepada masyarakat, maka pekerja migran tidak akan lagi terjebak dalam pemberangkatan non-prosedural,” pungkas Ali.

Kritik ini mengingatkan bagi KP2MI untuk segera meningkatkan kinerjanya, mengingat tugas besar dalam melindungi pekerja migran Indonesia di tengah tantangan global.

 

(Agus Irawan/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

5

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi
Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian