CEK FAKTA: Delegasi Israel Robek Bendera Indonesia di Sidang PBB

israel robek bendera indonesia
(Facebook/West Papua (arsip))
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Sebuah unggahan viral di media sosial yang mengklaim bahwa delegasi Israel merobek bendera Indonesia saat sidang perdamaian di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Klaim tersebut menyebar cepat di berbagai platform seperti Instagram, X, TikTok, hingga Facebook, dan memicu ragam komentar bernada provokatif dari warganet.

Salah satu unggahan yang ramai diperbincangkan berasal dari akun Facebook @West Papua (arsip) pada 29 Oktober 2025. Unggahan itu menampilkan sebuah thumbnail video YouTube yang memperlihatkan bendera Indonesia tampak robek di tengah ruang sidang PBB.

Teks besar dalam gambar berbunyi: “Bendera NKRI Di Robek Israel Di Sidang Perdamaian PBB!!” Unggahan itu mendapatkan puluhan tanda suka dan dibagikan lebih dari 60 kali hingga 21 November 2025.

Konten serupa juga disebarkan akun lain, termasuk @Tita83079013 di X pada 31 Oktober 2025, @bka68570 di Instagram pada 2 November 2025, dan @fatamorgana10 di TikTok. Beberapa komentar warganet bahkan menuding Indonesia terlalu ikut campur urusan negara lain sehingga “mendapat balasan”.

Namun, apakah benar ada insiden perobekan bendera Indonesia oleh delegasi Israel di sidang PBB?

Penelusuran Fakta

Tim pemeriksa fakta melakukan pengecekan melalui analisis visual, penelusuran rekam jejak digital, hingga pemeriksaan laporan resmi dari lembaga internasional maupun pemerintah terkait.

1. Visual Thumbnail Bukan Dokumentasi Asli

Setelah ditelusuri, gambar yang dijadikan dasar klaim ternyata bukan rekaman nyata dari sidang PBB. Visual itu merupakan thumbnail dari sebuah video YouTube yang diunggah oleh akun @suara irma.

Video tersebut hanya berisikan narasi spekulatif bukan liputan kejadian atau rekaman fakta.

Seluruh tampilan dramatis yang memperlihatkan bendera Indonesia sobek hanya muncul di thumbnail, bukan di isi video. Artinya, ilustrasi tersebut sengaja dibuat untuk menarik klik dan memperbesar jangkauan.

YouTube juga telah memberikan label “Altered or synthetic content” pada video itu, menandakan bahwa kontennya dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau suntingan digital.

2. Hasil Deteksi AI: 95–99 Persen Konten Buatan

Pemeriksaan melalui alat pendeteksi AI seperti Hive Moderation memperkuat dugaan bahwa visual tersebut tidak autentik. Sistem mendeteksi salah satu frame gambar memiliki potensi 95,9 persen dibuat oleh AI, sedangkan potongan video menunjukkan indikasi hingga 99 persen manipulasi digital, baik pada aspek audio maupun visual.

Baca Juga:

CEK FAKTA: Kabar Ammar Zoni Meninggal Dunia

CEK FAKTA: Sugiri Sancoko Sebut Jokowi Terima Suap Rp280 Miliar

3. Tidak Ada Jejak Berita Resmi atau Arsip PBB

Penelusuran melalui mesin pencarian global tidak menemukan satu pun laporan resmi mengenai insiden tersebut. PBB juga tidak mengeluarkan pernyataan terkait tindakan provokatif yang melibatkan simbol negara, padahal insiden semacam itu umumnya segera ditanggapi secara diplomatik.

Begitu pula Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Israel tidak mengeluarkan respons atau rilis apa pun. Ketidakhadiran dokumentasi resmi mengindikasikan bahwa klaim itu tidak memiliki dasar nyata.

4. Klaim “1000 Rudal Khan” Tidak Memiliki Dasar

Bagian lain dari narasi viral tersebut menyebut adanya serangan “1000 Rudal Khan” ke wilayah Israel. Setelah ditelusuri, tidak ada catatan valid mengenai keberadaan jenis rudal bernama “Khan” yang digunakan dalam konflik modern. Tidak pula ditemukan laporan internasional mengenai serangan ribuan rudal pada periode yang disebutkan dalam unggahan.

Serangan berskala besar seperti itu hampir pasti akan menjadi tajuk utama media global, namun tidak ada satu pun bukti atau laporan kredibel yang mengonfirmasi klaim tersebut.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026