WNI Divonis Penjara dan Cambuk Setelah Nekat Masuk Singapura secara Ilegal

WNI Divonis Penjara dan Cambuk Setelah Nekat Masuk Singapura secara Ilegal
Singapura (dok bankmega)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA. ID — Berakhir di meja hijau dengan hukuman penjara dan cambukan. Seorang pria asal Indonesia nekat masuk ke Singapura secara ilegal demi mencari nafkah.

Jamaludin Taipabu (49), yang kesulitan ekonomi di Tanah Air, menempuh jalur laut dari Batam menggunakan speedboat sebelum berenang menyeberang ke Singapura pada September 2024. Ia berhasil tinggal di negara itu selama sekitar 11 bulan sebelum akhirnya tertangkap pada Agustus 2025.

Pengadilan Singapura pada Selasa (16/9/2025) menjatuhkan hukuman enam minggu penjara dan tiga kali cambukan terhadap Jamaludin setelah ia mengaku bersalah melanggar undang-undang Imigrasi.

Menurut dokumen pengadilan, Jamaludin membayar Rp 5 juta kepada seorang pria bernama Azwar untuk membantunya masuk secara ilegal. Ia bersembunyi di speedboat selama perjalanan, lalu diperintahkan melompat ke laut ketika sudah memasuki perairan Singapura. Dengan alat pengapung rakitan, ia berenang menuju pantai dan lolos dari deteksi petugas perbatasan.

Baca Juga:

Senator Aceh Desak Kemenlu Selamatkan 7 WNI Korban TPPO di Myanmar

7 WNI Disekap di Myanmar, Diduga Jadi Korban TPPO Modus Kerja Paksa

Selama di Singapura, Jamaludin bekerja serabutan dan menjual rokok selundupan untuk bertahan hidup. Namun, pada 12 Agustus 2025, ia ditangkap di kawasan Sungei Kadut, Woodlands, oleh petugas Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan (ICA). Saat diperiksa, ia tidak bisa menunjukkan dokumen perjalanan atau izin tinggal sah.

ICA menegaskan akan terus mengambil sikap tegas terhadap imigran ilegal. Berdasarkan undang-undang, pelanggar dapat dihukum penjara hingga enam bulan. Khusus laki-laki, hukuman mencakup minimal tiga kali cambukan, sementara perempuan dapat dikenakan denda hingga S$ 6.000 (sekitar Rp 77 juta).

Dalam persidangan, Jamaludin melalui penerjemah menyatakan penyesalan dan memohon keringanan hukuman. Namun, hakim tetap menjatuhkan vonis sesuai ketentuan hukum imigrasi Singapura. (usamah kustiawan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City