7 WNI Disekap di Myanmar, Diduga Jadi Korban TPPO Modus Kerja Paksa

wni korban TPPO
(Freepik)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sebanyak tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus kerja paksa, dan disekap di wilayah Shwe Kokko, Myanmar.

Korban terdiri dari enam laki-laki dan satu perempuan, dengan empat orang berasal dari Aceh, dua dari Sumatra Utara, dan satu dari Jawa Barat. Anggota DPD asal Aceh, Sudirman, menerima surat pengaduan dari keluarga korban.

Dalam keterangannya pada Minggu, 14 September 2025, Haji Uma menyatakan telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI di Myanmar untuk upaya proteksi dan penyelamatan terhadap ketujuh WNI tersebut.

“Mereka saat ini belum ditemukan keberadaannya dan butuh upaya perlindungan,” kata Sudirman, Senin (15/9/2025).

Berdasarkan informasi yang diterimanya, identitas korban asal Aceh adalah M Taisar, Maulana Annur, dan Malik Rizky asal Kota Lhokseumawe, serta Prabu Agung Pranata asal Kabupaten Aceh Besar.

Sementara dua korban dari Deli Serdang, Sumatra Utara, adalah Bayu Prayogi dan Timur Agum Shalfalih. Adapun korban perempuan adalah Nur Hasanah asal Cianjur, Jawa Barat.

“Keselamatan WNI di luar negeri adalah tanggung jawab negara. Oleh karena itu, kita meminta agar pemerintah melalui Kemenlu dan KBRI untuk memberikan upaya perlindungan dan penyelamatan kepada mereka yang menjadi korban kejahatan lintas negara,” ujar Sudirman.

Menanggapi hal tersebut, KBRI Yangon disebut berkomitmen untuk menelusuri keberadaan para korban.

Baca Juga:

Otak Kasus TPPO itu Ternyata Seorang Nenek: Keberadaan 25 Bayi Masih Misteri

Hati-hati Tawaran Kerja ke Negara Ini Rawan TPPO!

Namun, upaya tersebut menghadapi kendala akibat situasi keamanan Myanmar yang tidak kondusif dan lemahnya penegakan hukum di negara tersebut.

“Kondisi itu membuat penanganan kasus perdagangan orang maupun perlindungan WNI menjadi sangat kompleks. Meski demikian, KBRI tetap berupaya semaksimal mungkin memberikan bantuan hukum, administrasi, hingga dukungan imigrasi, meskipun jumlah staf terbatas dan situasi konflik memperumit tugas mereka,” kata Sudirman.

Sudirman berharap korban dapat segera ditemukan dan dipulangkan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap tawaran kerja ke luar negeri melalui jalur tidak resmi.

“Pastikan keberangkatan hanya melalui mekanisme resmi dan dalam pengawasan pemerintah agar terhindar dari jeratan sindikat ilegal,” jelas Sudirman.

(Anisa Kholifatul Jannah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

5

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun