2 Jurnalis Republika Diduga Diculik Israel, Kapal Global Sumud Flotilla Kirim Sinyal SOS

jurnalis republika diculik israel
(X/anoinsea)
-

Tidak ada video disisipkan.

Pelayaran kapal kemanusiaan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) kembali menghadapi hambatan serius. Dua kapal yang membawa relawan internasional dan sejumlah warga negara Indonesia (WNI), yakni Borales dan Osgurluk, dilaporkan dicegat saat melintas di Laut Mediterania.

Di antara penumpang kapal tersebut terdapat dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono atau Abeng dan Thoudy Badai atau Ody. Hingga kini, keberadaan keduanya masih belum dapat dipastikan setelah komunikasi dengan kapal terputus.

Wakil Pimpinan Redaksi Republika, Stevy Maradona, mengungkapkan bahwa situasi mulai menegangkan sejak dini hari ketika kapal memasuki wilayah perairan internasional.

“Jadi sejak sekitar pukul tiga dini hari sampai jam empat, karena pada saat itu baik Abeng maupun Ody bilang, oke kita sudah di perairan bebas, di perairan internasional,” kata Stevy, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, tim internasional Global Sumud Flotilla sebelumnya sudah memperingatkan bahwa kemungkinan intersepsi akan meningkat ketika kapal berada di Laut Mediterania.

Kapal Perang Muncul di Sekitar Jalur Pelayaran

Sekitar pukul 11.00 WIB, Abeng disebut mengirim informasi adanya kapal perang yang melintas di sekitar jalur kapal kemanusiaan tersebut. Situasi kemudian berkembang cepat hingga akhirnya muncul video SOS yang dikirim sekitar pukul 14.00 WIB.

Video itu berisi pesan darurat yang menyatakan dirinya berada dalam situasi penahanan oleh otoritas Zionis Israel dan meminta bantuan pemerintah Indonesia.

Namun, Stevy menjelaskan video tersebut sebenarnya merupakan bagian dari protokol keamanan yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh Global Sumud Flotilla.

“Abengnya sudah kirim video SOS bahwa ada kemungkinan karena sudah melihat ada perahu mendekat maupun apa, jadi dia kirim video SOS. Jadi memang ada protokolnya yang sudah dilatih dari Global Sumud Flotilla internasional,” ujarnya.

Nasib Jurnalis Indonesia Masih Misterius

Hingga saat ini, Republika mengaku belum menerima video SOS dari Thoudy Badai maupun beberapa peserta asal Indonesia lainnya.

“Yang kita tunggu justru yang dari Ody, sama yang dari Andre, sama yang dari tiga orang lagi, karena sampai sekarang kita belum dapat video SOS-nya mereka,” kata Stevy.

Pihak Republika juga belum dapat memastikan apakah para relawan dan jurnalis tersebut masih berada di atas kapal atau telah dipindahkan oleh pihak Israel.

“Yang kita masih pertanyakan adalah ketika di-intercept, apakah orangnya stay di kapal, hanya stay di situ, atau dibawa ke kapal perangnya,” jelasnya.

Pesan Darurat dari Global Sumud Flotilla

Di tengah situasi tersebut, grup komunikasi internal para peserta GSF juga mengirimkan pesan darurat kepada keluarga, jaringan relawan, hingga pemerintah berbagai negara untuk segera mengambil langkah diplomatik.

Pesan itu meminta semua pihak mendesak pemerintah masing-masing agar memastikan keselamatan para peserta kapal kemanusiaan.

“Demand urgent intervention to protect the participants, crew, and volunteers,” kata Stevy membacakan isi pesan tersebut.

Baca Juga:

Polemik Film Pesta Babi, Menteri Pigai Tegaskan Pelarangan Hanya Bisa Lewat Keputusan Pengadilan

Eks Peacekeeper PBB Sebut Bea Cukai “Sarang Maling” usai Barang Hilang

Kemlu RI Diminta Bergerak Cepat

Republika mengaku telah membuka komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri RI terkait situasi ini. Namun hingga kini belum ada kepastian mengenai langkah diplomatik yang dilakukan pemerintah Indonesia.

Stevy mengatakan pihaknya memahami situasi di lapangan sangat sulit dipantau karena komunikasi dengan kapal terbatas.

“Kalau dari kantor sih dalam dua jam terakhir kita terus kontak-kontakan sama Kemlu-nya juga,” ujarnya.

Peristiwa ini langsung menjadi sorotan publik di media sosial. Banyak pihak mendesak pemerintah Indonesia segera mengambil langkah diplomatik untuk memastikan keselamatan para WNI yang berada dalam misi kemanusiaan tersebut.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

5

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City