BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Tim SAR Gabungan terus berkerja keras untuk menemukan dan mengevakuasi jasad korban meninggal bencana longsor Cisarua, Lembang, Kabupaten Bandung
Data tercatat hingga Senin (26/1/2026) pukul 18.30 WIB, sebanyak 13 kantong jenazah atau bodypack ditemukan pada hari ketiga pencarian, sehingga total jumlah bodypack selama 3 hari pencarian yakni 38 pack atau kurang lebih 42 jiwa.
“Hasil penemuan bodypack baru yakni total penemuan selama 3 hari pencarian yakni 38 pack, dengan korban dalam pencarian kurang lebih 42 jiwa,” ujar Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana dikutip dari @kantorsar_bandung, Selasa (27/1/2026).
Seluruh kantong jenazah yang telah diserahkan kepada Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar yang selanjutnya dilakukan identifikasi.
Sementara itu, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat menurunkan pekerja sosial dan penyuluh sosial untuk memberikan layanan dukungan psikososial kepada para pengungsi yang terdampak.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Noneng Komara Nengsing menegaskan, pendampingan psikososial dilakukan secara berkelanjutan guna mencegah trauma berkepanjangan pada para penyintas.
“Sampai saat ini, para pekerja sosial dan penyuluh sosial Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat masih mendampingi para pengungsi agar mereka tidak mengalami trauma yang berlarut akibat kondisi yang terjadi. Pendampingan ini telah kami lakukan sejak kemarin dan akan terus dilanjutkan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Noneng.
Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Dinsos Jabar telah melaksanakan kegiatan pendampingan di dua lokasi pengungsian, yakni GOR dan Aula Kantor Desa Pasirlangu, dengan jumlah pengungsi yang terlayani mencapai 394 jiwa.
Baca Juga:
Deretan Fakta 23 Anggota TNI Korban Longsor Cisarua Bandung Barat
Operasi SAR Longsor Cisarua Diperkuat 250 Personel Terlatih, Ratusan Pendukung Dikerahkan
Sementara, Ketua Tim LDP Dinsos Jabar Rudy menjelaskan kondisi psikologis para pengungsi masih belum sepenuhnya kondusif. Sejumlah penyintas masih mengalami syok, trauma, serta kecemasan akibat kehilangan tempat tinggal dan masih menunggu kabar anggota keluarga yang belum ditemukan.
“Untuk hari kedua pascakejadian, suasana di pengungsian masih cukup labil. Ada pengungsi yang masih trauma dan penuh kekhawatiran terhadap kondisi keluarganya,” kata Rudy.
Dalam pelaksanaannya, Tim LDP yang terdiri dari Fungsional Penyuluh Sosial dan Pekerja Sosial Dinsos Jabar melakukan pendekatan secara individual dan kelompok kecil berbasis keluarga. Kegiatan meliputi penilaian awal kondisi psikologis, pendampingan emosional, mendengarkan cerita para penyintas, hingga pengenalan teknik relaksasi dan pernapasan guna meredakan ketegangan.
Berdasarkan hasil pendampingan sementara, Tim LDP Dinsos Jabar mengidentifikasi sembilan orang penyintas yang terindikasi mengalami trauma dan memerlukan penanganan lanjutan.
Selain layanan dukungan psikososial, Dinsos Jabar juga memastikan pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas. Melalui koordinasi dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Bandung Barat, telah diproduksi dan didistribusikan sebanyak 1.500 paket nasi bungkus.
Selain itu, bantuan makanan juga disalurkan kepada 300 relawan, 285 personel TNI, 200 personel Brimob, 100 personel Polres, serta 15 perangkat desa yang terlibat dalam penanganan bencana.
Dinsos Provinsi Jawa Barat memastikan bahwa layanan dukungan psikososial akan terus dilanjutkan dalam beberapa hari ke depan, seiring dengan penyaluran logistik kebencanaan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
Melalui intervensi terpadu ini, Dinsos Jabar berkomitmen hadir secara aktif dalam penanganan bencana, tidak hanya melalui pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga dalam pemulihan psikologis penyintas. Tujuannya, agar masyarakat terdampak dapat bangkit dan pulih secara bertahap pascabencana.











