Ancaman Longsor Susulan Mengintai Cisarua Bandung, Warga Segera Mengungsi!

longsor cisarua
(Pemprov Jabar)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Badan Geologi Kementerian ESDM mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi longsor susulan di lokasi bencana Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Wilayah terdampak merupakan kawasan perbukitan dengan tingkat pemanfaatan lahan yang cukup tinggi, sehingga memiliki kerentanan terhadap pergerakan tanah, khususnya pada kondisi cuaca ekstrem.

Curah Hujan Tinggi Jadi Pemicu Utama Longsor

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa faktor utama pemicu longsor adalah curah hujan tinggi yang terjadi sebelum dan saat kejadian.

“Curah hujan tinggi menyebabkan peningkatan tekanan air pori, penurunan kuat geser tanah, hingga berujung pada kegagalan lereng,” ujar Lana, Senin (26/1/2026).

Kondisi tersebut membuat tanah kehilangan kestabilannya, terutama pada lereng-lereng curam yang telah mengalami pelapukan atau gangguan sebelumnya.

Faktor Geologi Perkuat Risiko Gerakan Tanah

Selain hujan, longsor di Desa Pasirlangu juga dipengaruhi oleh kondisi geologi setempat. Wilayah ini didominasi batuan gunung api tua yang telah mengalami pelapukan intensif, disertai kemiringan lereng yang curam serta keberadaan rekahan dan sesar geologi.

Kombinasi faktor-faktor tersebut memperbesar potensi terjadinya pergerakan tanah berskala luas ketika dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem.

Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT), kawasan terdampak longsor di Cisarua termasuk dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah.

Pada zona ini, gerakan tanah berpotensi terjadi, khususnya pada lereng yang telah mengalami gangguan alami maupun akibat aktivitas manusia.

Risiko akan meningkat signifikan ketika hujan deras terjadi dalam durasi lama, terutama di kawasan dengan tata guna lahan yang tidak terkendali.

Aktivitas Permukiman Perburuk Stabilitas Lereng

Badan Geologi juga mencatat bahwa aktivitas pemotongan lereng untuk permukiman dan pembangunan akses jalan, serta sistem drainase permukaan yang belum optimal, turut menurunkan kestabilan lereng.

Kondisi ini menyebabkan air hujan tidak terkelola dengan baik, mempercepat infiltrasi air ke dalam tanah, dan meningkatkan tekanan pada bidang gelincir.

“Peristiwa ini menunjukkan keterkaitan kuat antara morfologi curam, batuan vulkanik lapuk, struktur geologi, serta pengaruh curah hujan tinggi terhadap longsor,” terang Lana.

Baca Juga:

Korban Longsor Cisarua Terbaru: 25 Tewas, 65 Warga Masih Hilang

Wagub Jabar Pastikan Pencarian Korban Longsor Cisarua Dilakukan Secara Maksimal

Tim Tanggap Darurat Dikerahkan ke Lokasi

Pasca kejadian, Badan Geologi mengerahkan Tim Tanggap Darurat (TTD) ke lokasi bencana. Tim melakukan pemeriksaan lapangan untuk mengetahui penyebab gerakan tanah sekaligus menyusun rekomendasi teknis penanganan di area terdampak seluas sekitar 30 hektare.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hadi Wijaya, menyampaikan bahwa tim akan fokus pada investigasi teknis serta mitigasi lanjutan.

Imbauan Mengungsi dan Keselamatan Petugas

Badan Geologi meminta warga yang tinggal di sekitar lereng curam segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat dan setelah hujan deras.

Dalam proses penanganan bencana, keselamatan petugas lapangan menjadi perhatian utama. Penanganan longsoran dan pencarian korban disarankan tidak dilakukan saat maupun setelah hujan deras, mengingat potensi gerakan tanah susulan masih tinggi.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun