BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mulai menormalkan layanan publik, terutama sektor pendidikan. Hal ini sascapencabutan status tanggap darurat bencana banjir bandang dan tanah longsor di Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.
Sejumlah sekolah yang selama masa darurat digunakan sebagai posko penanganan bencana kini mulai dikosongkan dan dipersiapkan untuk kembali menjalankan kegiatan belajar mengajar.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir, menyampaikan bahwa terdapat 4 sekolah yang sempat digunakan sebagai posko, terdiri atas tiga sekolah negeri dan satu sekolah swasta.
Untuk sementara, proses pembelajaran masih dilaksanakan secara daring.
“Kami menargetkan kegiatan belajar mengajar tatap muka dapat kembali dilaksanakan mulai awal pekan depan setelah proses pembersihan dan pengecekan sarana prasarana selesai,” ujarnya.
Baca Juga:
Tanggap Darurat Longsor Cisarua Berakhir, Keluarga Korban Sudah Ikhlas
Selain sektor pendidikan, pemerintah daerah juga mulai menormalkan layanan publik lainnya.
Seluruh pengungsi pada prinsipnya telah kembali ke rumah masing-masing, dengan satu warga masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memastikan tetap melakukan pendampingan kepada masyarakat dalam masa transisi pemulihan pascabencana.
Sementara itu, Pemkab Bandung Barat juga meneruskan amanah dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam penyaluran bantuan biaya sewa rumah bagi warga terdampak langsung bencana longsor serta masyarakat yang berada di zona merah pergerakan tanah.
Bantuan ini juga mendapat dukungan dari Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad yang telah diserahkan beberapa hari sebelumnya.
Melalui bantuan ini, masyarakat diharapkan dapat segera kembali tinggal bersama keluarga, sanak saudara, maupun mencari kontrakan terdekat agar proses pemulihan dapat berjalan lebih tenang dan tertata.










