BMKG–BNPB Gencarkan Modifikasi Cuaca di Cisarua, Hujan Ekstrem Capai 200 Mm Sehari

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus menggencarkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengurangi potensi hujan lebat di sekitar lokasi longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan, operasi modifikasi cuaca telah dilakukan sejak 24 Januari 2026 dan masih akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan menyesuaikan kondisi atmosfer.

“Sejak 24 Januari BMKG bersama BNPB dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah melakukan modifikasi cuaca dan sampai hari ini masih terus berjalan. Hari ini kita sudah tiga kali operasi di sekitar Gunung Burangrang,” ujar Teguh dikutip dari Antara, Kamis (29/1/2026).

Teguh menjelaskan, sejak dimulainya operasi, jumlah penerbangan modifikasi cuaca telah mencapai lebih dari 10 kali. Intensitas operasi sengaja ditingkatkan mengingat Jawa Barat tengah berada pada puncak musim hujan dengan potensi pertumbuhan awan hujan yang sangat tinggi.

Baca Juga:

Pencarian Hari Keempat, 50 Jenazah Korban Longsor Cisarua Ditemukan

Menurutnya, langkah ini penting untuk menekan curah hujan di wilayah rawan bencana, terutama daerah yang kondisi tanahnya masih labil pascalongsor.

BMKG juga mengungkapkan bahwa sebelum terjadinya longsor di Cisarua, wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas ekstrem.

“Sehari sebelum kejadian, tercatat curah hujan ekstrem di atas 200 milimeter. Kejadiannya ekstrem pada tanggal 23,” kata Teguh.

Ia menyebutkan, angka tersebut setara dengan akumulasi curah hujan selama satu bulan, namun terjadi hanya dalam kurun waktu satu hari.

“Ibaratnya, curah hujan yang seharusnya turun selama sebulan, tumpah dalam satu hari,” ujarnya.

BMKG menegaskan bahwa operasi modifikasi cuaca ini merupakan bagian dari langkah mitigasi bencana untuk menekan potensi hujan lebat lanjutan yang dapat memperparah kondisi tanah dan meningkatkan risiko longsor susulan, khususnya di Kabupaten Bandung Barat dan sekitarnya.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama bagi warga yang bermukim di wilayah perbukitan dan lereng.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

5

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City