JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – BNPB terus memperbarui data korban akibat bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, hingga Senin (29/12/2025) pukul 16.30 WIB.
Tercatat sebanyak 1.140 orang meninggal dunia, 163 hilang, dan 7 ribu terluka. Hal ini berdasarkan dashboard penanganan darurat banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut.
Selain itu, tercatat 166.925 ribu rumah rusak di 52 kabupaten dengan rincian, 43.555 rusak berat, 41.925 rusak sedang, dan 71.445 rusak ringan.
Bencana ini juga merusak 803 rumah ibadah, 3.188 fasilitas pendidikan, 215 fasilitas kesehatan, 97 jembatan, dan 99 jalan terputus.
Adapun total warga yang mengungsi mencapai 399,2 ribu, sebagian besar di Aceh Utara, Timur dan Tengah.
Baca Juga:
Catat! DPR Sebut Warga Bisa Manfaatkan Kayu Gelondongan Sisa Banjir Sumatera
Bantu Sumatera, EIGER Adventure Salurkan 5 Ton Pakaian bagi Korban Banjir dan Longsor
Kebut Bangun Huntara
Pemerintah terus berkolaborasi untuk mempercepat pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Pesisir Selatan.
BNPB berkolaborasi dengan Sat Brimob Polda Sumatra Barat bersama Pemerintah Daerah terus berupaya untuk merampungkan pembangan huntara di 2 wilayah tersebut. Masing-masing 50 personil Sat Brimob diturunkan untuk mendukung pembangunan.
Meski cuaca seringkali kurang bersahabat, namun pembangunan ditargetkan selesai pada 30 Desember 2025.
Distribusi Logistik via Udara
Pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak bencana di Sumatra terus diperkuat melalui kolaborasi multi pihak.
Distribusi logistik ditempuh melalui jalur udara dengan menggunakan helikopter menuju berbagai wilayah yang masih sulit diakses melalui jalur darat, Sabtu (27/12/2025).
Disaat yang sama, petugas juga mengevakuasi warga yang sakit menggunakan heli menuju Kualanamu untuk selanjutnya dilarikan ke RSUD Amri Tambunan Deli Serdang, Sumatra Utara.











