SYL Sunat Uang Perjalanan Pegawai 10 Hingga 50 Persen

Uang Perjalanan SYL
Uang Perjalanan SYL. (instagram/syansinlimpo)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan), Dedi Nursyamsi, potongan uang perjalanan pegawai untuk mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) berkisar antara 10 hingga 50 persen.

“Jadi intinya, setiap ada kegiatan di Badan SDM, pasti kan ada perjalanannya. Nah, perjalan-nya itu dipotong sekitar 10–50 persen,” kata Dedi saat memberikan keterangan sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, mengutip antara, pada Selasa (4/6/2024).

Dedi menjelaskan bahwa uang perjalanan tersebut bukanlah uang yang bersifat fiktif, karena memang terkait dengan kegiatan yang dilakukan.

Menurut Dedi, setelah terkumpul uang tersebut disetorkan ke bagian biro umum.

“Tidak selalu (disetor ke) kepala biro (umum), tetapi stafnya. Jadi, biasanya laporan dari ‘sesba’ (sekretaris badan) saya, kalau uang-nya sudah ada, biasanya ditelepon ke kepala biro, kemudian ada petugas dari biro umum yang jemput,” tuturnya.

Dedi menjelaskan bahwa penyetoran uang, yang disebut sebagai “sharing,” didokumentasikan dalam bentuk kuitansi. Ini terjadi secara berulang mulai dari tahun 2020 hingga 2023.

Selain itu, Dedi juga menyatakan bahwa para pejabat eselon I di Kementerian Pertanian dikumpulkan oleh mantan Sekretaris Jenderal Kementan, yaitu Kasdi Subagyono.

Pada kesempatan tersebut, Kasdi mengungkapkan bahwa terdapat kebutuhan yang harus dipenuhi oleh SYL melalui dana “sharing.”

“Jadi biasanya kalau Pak Kasdi itu menyampaikan bahwa ada kegiatan-kegiatan Pak Menteri yang harus kita bantu dalam bentuk sharing,” ucap Dedi.

“Begitu ya? Itu jelas disampaikan sendiri oleh sekjen?” tanya Ketua Majelis Hakim Rianto Adam Pontoh memastikan.

“Iya, jelas. Dan saat itu bukan saya sendiri, dengan teman yang lain juga ada,” jawab Dedi.

Dalam kasus ini, SYL, bersama dengan Sekretaris Jenderal Kementan periode 2021–2023, Kasdi Subagyono, dan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementan Tahun 2023, Muhammad Hatta, didakwa melakukan pemerasan dan menerima gratifikasi dengan jumlah total Rp44,5 miliar dalam kasus dugaan korupsi di Kementan selama periode 2020 hingga 2023.

Tindakan pemerasan tersebut dianggap telah melanggar Pasal 12 huruf e dan Pasal 12 huruf B jo.

BACA JUGA: Febri Diansyah Dipanggil KPK Sebagai Saksi Persidangan SYL

Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo.

Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

 

(Virdiya/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City