Sekjen OPSI Ungkap Upah Minimum 2025 Harus Sesuai Kebutuhan Hidup Layak

Upah Regional Jabar 2025
Ilustrasi (NV/TM)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Putusan MK merevisi beberapa pasal terkait upah. Pertama, upah minimum harus didasari pada kebutuhan hidup layak (KHL) yang sudah dieksplisitkan oleh Putusan MK sehingga kenaikan upah minimum 2025 harus didasari pada harga harga kebutuhan hidup layak seperti pangan, sandang, papan, transportasi, jaminan hari tua, dan sebagianya. Dewan Pengupahan Nasional dan Dewan Pengupahan Daerah harus menghitung dan merundingkannya.

“Kenaikan upah minimum yang didasari pada formula pada pasal 26 dan 26A PP 35 Tahun 2021 dgn nilai alpa 0,1 – 0,3 tidak lagi menjadi acuan karena sudah direvisi oleh putusan MK yg menamanatkan ttg kontribusi pekerja pada pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI), Timboel Siregar, Jumat (8/11/2024).

Timboel menyebutkan, Gubernur harus menetapkan upah minimum sektoral pafa industri tertentu yg nilainya di atas upah minimum kabipaten kota.

Selanjutnya, kenaikan upah di atas upah minimum harus dinegosiasikan oleh pengusaha dan SP SB. Ini artinya struktur skala upah (SSU) menjadi obyek negosiasi antara pengusaha dan SP SB karena SSU mengatur upah di atas upah minimum.

Untuk menindaklanjuti putusan MK tersebut, maka dasar hukum kenaikan upah tidak lagi mengacu pada PP 51 tahun 2023, dan oleh karenanya Pemerintah dan Kementeriian ketenagalerjaan dengan melibatkan Dewan “Pengupahan Nasional dan LKS Tripartit harus membuat Peraturan Menteri Ketenagakerjaan ttg kenaikan upah minimum 2025, dgn menetapkan 64 item KHL yang pernah diberlakukan pada saat pelaksaan PP 78 tahun 2015 lalu,” tegasnya.

Lalu, Dewan Pengupahan daerah melakukan survey pasar utk menghitung nilai 64 item KHL tersebut, yang nanti disepakati di Dewan Pwngupahan daerah untuk direkomwndasi ke Gubernur utk ditetapkan.

Mengacu pada PP no. 36 tahun 2021 seluruh Gubernur wajib menetapkan Upah Minimum Propinsi (UMP) paling lambat tanggal 21 Nopember dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) paling lambat tanggal 30 Nopember setiap tahunnya.

“Saya kira ketentuan tenggat waktu penetapan tersebut dapat diatur kembali untuk penetapan UM 2025 yang diatur di Permenaker baru tsb sehingga waktu pelaksanaan survei dan pembahasan di Dewan Pengupahan Daerah tidak terburu buru,” jelasnya.

Dewan Pengupahan Nasional dan LKS Tripartit pun harus menentukan industri tertentu yang dapat memberlakukan upah minimum sektoral. Tentunya sebelum lahirnya UU Cipta Kerja (UU no 11 tahun 2020) sudah ada daftar industri yang menetapkan Upah minimum sektoral. Ketentuan upah minimum sektoral ini dapat diatur sementara di Permenaker baru ttg kenaikan upah minimum 2025 yang akan dibuat.

BACA JUGA: MK Minta Aturan UMP 2025 Menjamin Hidup Layak

Demikian juga tentang kenaikan upah di atas upah minimum yang wajib dinegosiasikan yaitu menegosiasikan isi SSU, juga dapat sementara diatur pada Permenaker kenaikan upah minimum 2025 yang akan dibuat.

Tentang upah diantaranya :

1. Amanat konstitusi yaitu penghidupan yg layak dgn diukur oleh adanya 64 item Kebutuhan hidup layak

2. Ketentuan Upah minimum kan sdh diputus MK yg putusannya bersifat final

3. Upah pekerja akan dikonsumsi ke sektor riil, yang mendukung signifikan konsumsi agregat. Konsumsi agregat mendukung 52 persen pertumbuhan ekonomi nasional.

4. Dengan upah layak maka pekerja punya daya beli untuk mengkonsumsi barang dan jasa yg diproduksi pengusaha. Karena dikonsumsi maka pergerakan barang dan jasa lebih cepat sehingga memberikan keuntungan lebih besar dan cepat bagi pengusaha dan pendapatan pajak bagi negara meningkat.

5. Keuntungan tsb akan menambah modal pengusaha utk ekspansi usaha, dan pajak akan digunakan utk membangun yg akan dirasakan pengusaha (seperti infrastruktur) dan masyarakat termasuk pekerja.

6. Ekspansi usaha dan pembangunan dari pajak akan membuka lapangan kerja sehingga Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan kemiskinan akan menurun.

 

(Agus Irawan/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
tangerang-10k
Menabung di bank bjb Semakin Mudah Dapatkan Tiket Lari Tangerang 10K
WhatsApp Image 2026-07-20 at 12.15
Kasus Judi Online di Bojongloa Kaler Tinggi, Farhan: Penanganan Dimulai dari Keluarga
WhatsApp Image 2026-07-20 at 21.01
KDS Instruksikan OPD dan PDAM Bergerak Cepat Atasi Dampak Kekeringan
Tas Eiger
Semua Tas Eiger Garansi Seumur Hidup, Dibuat Presisi dari Tenaga Terampil dan Mesin Canggih
WhatsApp Image 2026-07-20 at 20.30
BPJS Kesehatan Wilayah V Percepat Transformasi Digital, Permudah Akses Layanan JKN bagi Masyarakat Jabar
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

5

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
Headline
IMG-20260720-WA0002
Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Wisata Air Kalimalang, Pastikan Berjalan Sesuai Perencanaan
IMG-20260720-WA0001
Komisi III DPRD Kota Bekasi Tinjau Aset PDAM dan Evaluasi Kinerja PT Migas untuk Optimalkan PAD
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025