BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat beserta Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat.
Bantuan tersebut diserahkan secara langsung kepada para korban pada Rabu (28/1/2026) berupa kebutuhan pokok seperti beras, mie instan, minyak goreng, air mineral, susu bayi, makanan bayi, popok bayi, popok dewasa,roti serta perlengkapan sekolah seperti seragam, alat tulis dan tas sekolah.
Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman menyampaikan bantuan ini merupakan bagian dari komitmen OJK dalam mendukung pemulihan pascabencana serta meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah alam.
“Kami turut prihatin atas bencana longsor yang menimpa warga Desa Pasirlangu. Melalui bantuan ini, kami berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan untuk meringankan beban korban longsor di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara BPDB Provinsi Jawa Barat per tanggal 27 Januari 2026, bencana longsor di Desa Pasirlangu menyebabkan 52 orang warga meninggal dunia, 30 orang masih tahap pencarian, serta 52 kepala keluarga atau 158 jiwa warga terdampak.
Selain itu, 186 kepala keluarga atau 564 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke lokasi pengungsian sementara akibat rumah mereka berada di zona rawan atau mengalami kerusakan.
Baca Juga:
OJK Jawa Barat Dukung Revitalisasi Lahan Kritis Melalui Pengembangan Kakao, Kelapa dan Kopi
Tidak berhenti sampai disini, OJK dan FKIJK kedepannya akan berdiskusi dan berkolaborasi dengan Pemerintah jawa barat, BPBD dan Kementerian terkait penanaman pohon di lokasi lahan-lahan kritis guna pencegahan terjadi kembali bencana longsor di daerah Jawa Barat.
“Kami dan FKIJK akan berkoordinasi dengan Pemprov Jabar, Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat, BPBD dan Kementerian terkait untuk mendonasikan pohon-pohon keras yang tentunya akan mengikat tanah dan mudah-mudahan ke depannya bisa menyelamatkan lingkungan Jawa Barat dari bencana longsor,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, OJK Jawa Barat juga mengajak berbagai pihak untuk terus memperkuat sinergi dan kepedulian sosial dalam menghadapi dan memulihkan dampak bencana alam di Jawa Barat.











