OJK Jawa Barat Dukung Revitalisasi Lahan Kritis Melalui Pengembangan Kakao, Kelapa dan Kopi

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong penguatan pembiayaan berkelanjutan untuk mendukung revitalisasi lahan kritis melalui pengembangan kakao, kelapa dan kopi sebagai komoditas perkebunan rakyat yang bernilai ekonomi dan berwawasan lingkungan.

Dukungan tersebut ditandai dengan kegiatan Kick Off Revitalisasi Lahan Kritis melalui Gerakan Tanam Kakao dan Kelapa yang dilaksanakan di Desa Nagrak, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Kamis (22/1/2026), sebagai wujud sinergi lintas sektor dalam membangun ekosistem pembiayaan hijau di daerah.

Kakao merupakan salah satu komoditas strategis yang berpotensi meningkatkan pendapatan petani dan mendukung perekonomian daerah, seiring tren peningkatan harga global. Namun, penurunan luas areal tanam dan produktivitas di Jawa Barat memerlukan dukungan penguatan pembiayaan serta pengelolaan perkebunan yang berkelanjutan.

Menanggapi hal tersebut, OJK Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong revitalisasi sekitar 15 ribu hektare lahan kritis di sembilan kabupaten melalui pengembangan perkebunan kakao dan kelapa yang dilaksanakan secara bertahap hingga tercapai kemandirian usaha.

Baca Juga:

OJK Serahkan Tersangka Pidana Pasar Modal PT Sriwahana Adityakarta ke JPU

Persiapan SNLIK 2026, OJK Jabar Ingin Gambaran Capaian Literasi dan Inklusi Keuangan

Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman menyampaikan bahwa inisiatif ini sejalan dengan implementasi Taksonomi Hijau OJK.

“Pengembangan kakao berkelanjutan didorong melalui skema kemitraan terpadu (closed loop) yang melibatkan petani, offtaker, dan industri jasa keuangan. Skema ini bertujuan memperkuat akses pembiayaan bagi petani, memberikan kepastian pasar, serta mendukung pengelolaan risiko pembiayaan secara prudent,” ujar Darwisman.

Berdasarkan kajian awal, kebutuhan investasi untuk rehabilitasi lahan kritis menjadi perkebunan kakao diperkirakan berkisar antara Rp125 juta sampai dengan Rp175 juta per hektare. Sejumlah perbankan telah menyatakan kesiapan untuk mendukung pembiayaan sesuai ketentuan dan prinsip kehati-hatian, antara lain PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

“Dukungan industri perbankan diarahkan pada penyediaan akses kredit dan pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan. Hal ini merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) serta Peraturan OJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM,” tambah Darwisman.

Selain dukungan pembiayaan, OJK bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan pendampingan dan edukasi kepada petani serta memfasilitasi koordinasi para pemangku kepentingan guna memperkuat ekosistem pengembangan kakao berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pengembangan kakao berbasis perkebunan rakyat berpotensi mendukung konservasi lahan, meningkatkan produktivitas pertanian, serta menciptakan peluang kerja melalui pengelolaan yang berkelanjutan dan terintegrasi, termasuk melalui penerapan pola tanam tumpang sari.

Melalui penguatan sinergi ini, diharapkan pembiayaan hijau dan inklusi keuangan di sektor pertanian dapat terus meningkat untuk mendukung pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

4

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City