Reaktivasi BPJS PBI Tembus 40 Ribu, Pemerintah Fokus Penataan Ulang

Pendaftaran BPJS
Pendaftaran BPJS (pinterest)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah mulai memperlihatkan hasil dari penataan ulang data penerima bantuan iuran kesehatan nasional. Hingga Senin (16/2), tercatat lebih dari 40 ribu peserta BPJS segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) yang sebelumnya dinonaktifkan telah mengajukan reaktivasi kepesertaan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut angka tersebut merupakan bagian kecil dari sekitar 11 juta peserta yang dinonaktifkan dalam proses pemutakhiran data nasional. Menurutnya, langkah ini bukan semata penonaktifan administratif, melainkan bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan bantuan negara benar-benar tepat sasaran.

“Ini bukan pengurangan hak, tetapi penataan ulang agar bantuan iuran kesehatan diterima oleh kelompok yang benar-benar membutuhkan,” ujar Saifullah Yusuf, dikutip dari Antara, Senin (16/2/2026).

Dari total peserta yang mengajukan reaktivasi, sekitar 2.000 orang tercatat beralih menjadi peserta mandiri BPJS Kesehatan. Namun, pemerintah tetap melakukan verifikasi lanjutan untuk memastikan perubahan status tersebut sesuai dengan kondisi sosial-ekonomi faktual masing-masing warga.

Baca Juga:

KDM: Pemprov Jabar Siap Tanggung Iuran BPJS Kesehatan PBI yang Dicoret Kemensos

Proses ini, menurut Mensos, menjadi bagian dari pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang bertujuan mengarahkan bantuan negara kepada kelompok miskin dan rentan miskin, khususnya masyarakat dalam kategori Desil 1–5.

Meski sebagian peserta telah berpindah ke jalur mandiri, pemerintah tidak serta-merta menghentikan evaluasi. Pencocokan data dan penelitian ulang tetap dilakukan secara berkala setiap bulan guna menjaga akurasi basis data nasional penerima bantuan.

Dalam tahap verifikasi lapangan sebelumnya, Kementerian Sosial melibatkan lebih dari 30 ribu pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) bersama tim Badan Pusat Statistik untuk menelusuri kondisi riil 11 juta peserta PBI-JKN yang dinonaktifkan.

Hasil verifikasi tersebut menjadi dasar pengalihan kepesertaan, dari kelompok masyarakat yang dinilai mampu (Desil 6–10) ke kelompok tidak mampu (Desil 1–5), sesuai usulan pemerintah daerah dan pembaruan data sosial nasional.

Kebijakan ini menegaskan bahwa penonaktifan bukan pengurangan jumlah penerima bantuan, melainkan upaya penyaringan agar subsidi iuran kesehatan negara lebih tepat sasaran, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi kelompok masyarakat paling rentan.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026