Program Dedi Mulyadi Donasi Rp1.000 Diminta Dicabut, Masyarakat Butuh Difasilitasi

dedi mulyadi donasi 1000
(Pemprov Jabar)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin, meminta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi untuk mencabut program donasi Rp 1.000 atau yang disebut Rereongan Sapoe Sarebu alias Poe Ibu.

Hal itu, telah menjadi kebijakan dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 149 Tahun 2025, yang mengimbau agar aparatur sipil negara (ASN), pelajar tingkat sekolah dasar hingga menengah, serta masyarakat umum di wilayah Jawa Barat, menyisihkan uang sebesar Rp1.000 setiap harinya.

Khozin menilai, pemerintah daerah seharusnya berperan dalam mendukung dan memberikan kegiatan sosial masyarakat, bukan justru menjadi pihak yang secara langsung mengumpulkan atau mengelola dana publik.

“Sebaiknya, penggalangan dana dilakukan oleh pihak di luar negara dengan tetap berpegang pada aturan seperti mekanisme penggalangan, distribusi, dan pelaporan,” ujar Khozin kepada wartawan, Senin (13/10/2025).

Ia menambahkan, pendekatan yang lebih partisipatif selaras dengan prinsip otonomi daerah serta sistem tata kelola pemerintahan yang baik.

Lebih lanjut, Khozin menyebutkan bahwa pola partisipasi masyarakat akan membantu menghindari kesalahpahaman publik sekaligus meningkatkan rasa kepemilikan warga terhadap program-program sosial di daerah mereka.

BACA JUGA:

Dedi Mulyadi Minta Masyarakat Donasi Rp1.000 untuk Sosial, Pajak Gak Cukup?

“Inisiatif dari masyarakat lebih baik semakin ditingkatkan dengan memfasilitasi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” jelas anggota DPR dari Daerah Pemilihan Jawa Timur IV tersebut.

Khozin juga meyakini bahwa inisiatif yang muncul secara organik dari masyarakat lebih berdampak dan berkelanjutan. Ia kemudian menyinggung fakta bahwa Indonesia secara konsisten menempati peringkat pertama dunia dalam Indeks Kedermawanan Global (World Giving Index) versi Charities Aid Foundation (CAF) sejak 2017 hingga 2024.

“Masyarakat Indonesia paling dermawan di dunia, biarkan itu organik dari bawah. Negara memfasilitasi dan membuat regulasi agar spirit warga difasilitasi dengan baik,” pungkasnya.

(Saepul)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026