Profil Letjen Yudi Abrimantyo, Kepala BAIS TNI yang Mundur Imbas Kasus Air Keras

letjen Yudi Abrimantyo
Letjen TNI Yudi Abrimantyo. (dok. Kemhan RI)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Letjen Yudi Abrimantyo mendadak menjadi sorotan setelah resmi melepas jabatan sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Keputusan ini muncul di tengah menguatnya kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus.

Kasus tersebut tak hanya memicu kemarahan masyarakat, tetapi juga menyeret dugaan keterlibatan oknum aparat. Bahkan, isu yang beredar menyebut ada lebih dari satu personel yang diduga terlibat dalam aksi brutal tersebut.

Langkah mundur ini dipandang sebagai respons institusional atas tekanan publik yang semakin kuat. Namun hingga kini, belum ada penjelasan rinci apakah keputusan tersebut bersifat sukarela atau hasil evaluasi internal.

Pernyataan Resmi TNI

Kepastian pelepasan jabatan disampaikan oleh Aulia Dwi Nasrullah dalam konferensi pers di Mabes TNI.

“Sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Menurut Aulia, langkah tersebut merupakan sikap resmi institusi dalam merespons kasus yang masih dalam proses penyelidikan. Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa TNI tidak mengabaikan tekanan publik terhadap transparansi.

Profil Letjen Yudi Abrimantyo

Letjen Yudi dikenal sebagai perwira tinggi dengan latar belakang intelijen yang kuat. Lulusan Akademi Militer 1989 ini pernah mengabdi di satuan elite Kopassus sebelum meniti karier panjang di lingkungan BAIS.

Pengalamannya mencakup berbagai posisi strategis, mulai dari Paban Utama di BAIS hingga peran penting di Dewan Ketahanan Nasional.

Ia juga sempat menjabat di Kementerian Pertahanan sebelum akhirnya dipercaya memimpin BAIS sejak Maret 2024.

Kariernya yang panjang di bidang intelijen membuatnya dikenal sebagai figur berpengalaman dalam analisis keamanan dan operasi strategis.

Harta Kekayaan Ikut Disorot

Di tengah polemik, perhatian publik turut mengarah pada laporan harta kekayaan Yudi Abrimantyo. Berdasarkan LHKPN periode 2024, total kekayaannya mencapai sekitar Rp8,49 miliar tanpa utang.

Aset tersebut didominasi kepemilikan tanah dan bangunan di sejumlah wilayah seperti Jakarta Timur, Bogor, dan Bekasi. Selain itu, ia juga memiliki kendaraan pribadi serta simpanan kas miliaran rupiah.

Sorotan terhadap harta kekayaan ini menjadi bagian dari dinamika publik yang kerap mengaitkan transparansi pejabat dengan integritas institusi.

Baca Juga:

DPR RI Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Keterlibatan BAIS dalam Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Empat Oknum TNI Ditahan Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus kini berkembang menjadi isu besar yang menyentuh kredibilitas lembaga negara. Mundurnya Kepala BAIS menjadi sinyal bahwa tekanan publik telah mencapai level tertinggi.

Pertanyaan yang kini mengemuka bukan lagi soal siapa pelaku lapangan, melainkan apakah aparat berani mengungkap aktor utama di balik kejadian tersebut.

Di titik ini, kepercayaan publik menjadi taruhan. Transparansi dan keberanian menindak tanpa pandang bulu akan menentukan arah penyelesaian kasusapakah menjadi titik reformasi, atau sekadar episode yang kembali menguap.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

4

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian