JAKARTA, TERPOPONGMEDIA.ID — Presiden Prabowo Subianto disebut akan mengambil langkah tegas dengan mengganti seluruh jajaran direksi Bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat kedaulatan ekonomi nasional dan memastikan bank-bank milik negara benar-benar bekerja untuk kepentingan rakyat.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat memberikan materi kepada anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang mengikuti kegiatan retret di fasilitas Pusat Kompetensi Bela Negara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan (BPSDM) di Cibodas, Rumpiang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu.
Bank Himbara Dinilai Lebih Menguntungkan Pengusaha Besar
Sjafrie menilai selama ini Bank Himbara cenderung lebih menguntungkan kelompok pengusaha besar dibandingkan pelaku usaha kecil dan menengah.
Kondisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan semangat pemerataan ekonomi dan keberpihakan kepada sektor produktif rakyat.
“Bank Himbara itu lebih menguntungkan pengusaha besar daripada pengusaha kecil untuk dikasih kredit. Oleh karena itu, Presiden akan memutuskan ganti semua direksi Bank Himbara,” ujar Sjafrie, Sabtu (31/2/2026).
Menurutnya, bank-bank milik negara seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi nasional dengan memberi akses pembiayaan yang adil, terutama bagi UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.
Banyak BUMN Dinilai Tak Maksimal Untungkan Negara
Selain sektor perbankan, Sjafrie juga menyoroti kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya. Ia menilai masih banyak perusahaan negara yang belum memberikan kontribusi optimal bagi keuangan negara.
Kondisi tersebut, kata Sjafrie, tidak lepas dari peran jajaran direksi yang dinilai kurang bekerja maksimal. Bahkan, ada kecenderungan sebagian direksi lebih mengutamakan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan negara.
“Banyak direksi yang tidak bekerja maksimal, bahkan cenderung menguntungkan diri sendiri. Ini yang tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.
Seleksi Ketat Direksi, Tak Lagi Ambil Orang Lama
Sebagai solusi, pemerintah disebut akan melakukan seleksi ketat dalam memilih direksi bank negara dan BUMN ke depan.
Penilaian tidak hanya didasarkan pada pengalaman dan kemampuan intelektual, tetapi juga pada komitmen terhadap kepentingan bangsa.
“Kita ganti dengan mereka yang mempunyai kemampuan intelektual, kemampuan praktisi, tapi dia cinta tanah air,” kata Sjafrie.
Ia menegaskan, pemerintah tidak lagi akan mengandalkan figur-figur lama yang sudah terlalu lama bercokol di BUMN. Regenerasi dinilai penting agar perusahaan negara bisa lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada kepentingan nasional.
Baca Juga:
PBB di Ambang Krisis Keuangan, Sekjen Peringatkan Risiko Organisasi Runtuh!
Purbaya Sebut Pengunduran Diri Dirut BEI Sinyal Positif bagi Perekonomian
Generasi Muda Jadi Andalan Prabowo
Dalam kesempatan terpisah usai acara, Sjafrie kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk mencari generasi baru direksi BUMN.
Prabowo disebut ingin memberi ruang lebih besar bagi kalangan muda yang dinilai memiliki semangat juang, kapasitas, dan integritas.
“Pemerintah mencari generasi muda yang militan, kapabel, dan kredibel untuk kita beri tugas dan tanggung jawab mengendalikan perahu perjuangan ekonomi kita,” jelasnya.
Meski demikian, Sjafrie belum merinci secara detail skema seleksi maupun waktu pelaksanaan pergantian direksi tersebut. Namun, pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Prabowo bersiap melakukan perombakan besar di tubuh BUMN, khususnya sektor perbankan.
(Dist)











