JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) kembali sorotan publik setelah mencuat dugaan absennya otoritas negara di bandara yang berada dalam kawasan industrinya di Morowali, Sulawesi Tengah itu. Isu tersebut memicu kembali pembahasan mengenai struktur kepemilikan IMIP dan jaringan bisnis besar yang menopang kawasan industri strategis tersebut.
Kawasan Industri Morowali atau IMIP merupakan salah satu pusat hilirisasi nikel terbesar di Indonesia yang memiliki peran penting dalam rantai pasok global stainless steel dan bahan baku baterai kendaraan listrik. Berlokasi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, kawasan ini berkembang menjadi salah satu episentrum industri logam dasar nasional.
IMIP menjadi Pengelolaan kawasan seluas lebih dari 2.000 hektare. Pertumbuhan aktivitas hilirisasi yang sangat cepat membuat IMIP menjadi perhatian nasional dan internasional, terutama karena kapasitas produksinya yang besar serta keterlibatannya dalam proyek mineral strategis.
Dominasi Perusahaan China dalam Struktur Saham PT IMIP
Berdasarkan informasi resmi perusahaan, pemegang saham terbesar PT IMIP adalah Shanghai Decent Investment Group dengan porsi 49,69%. Perusahaan ini merupakan anak usaha dari raksasa baja asal China, Tsingshan Holding Group, salah satu produsen stainless steel terbesar dunia.
Tsingshan Holding Group didirikan pada 1988 oleh konglomerat Xiang Guangda di Wenzhou. Grup ini mulai masuk ke industri nikel Indonesia sejak 2009.
Xiang Guangda sendiri dikenal luas sebagai salah satu taipan besar di China, Forbes mencatat kekayaannya pernah mencapai US$ 28 miliar pada 2018.
Selain Shanghai Decent Investment, dua pemegang saham lainnya adalah PT Sulawesi Mining Investment dengan porsi 25%, serta PT Bintang Delapan Investama yang memiliki 25,31% saham.
Meski berstatus perusahaan lokal, Bintang Delapan juga memiliki afiliasi bisnis dengan perusahaan Tiongkok, sehingga dalam praktiknya, dominasi pengendalian di IMIP berada di bawah grup usaha asal China.
Struktur kepemilikan ini menegaskan bahwa pengaruh Tsingshan Holding Group sangat kuat dalam pengembangan kawasan industri Morowali.
Baca Juga:
Purbaya Bakal Telusuri Izin Bandara IMIP Morowali
CEK FAKTA: Bandara IMIP Morowali Ilegal dan Diresmikan Jokowi
Ekspansi Besar Tsingshan Holding Group di Indonesia
Keterlibatan Tsingshan di Morowali tidak sebatas kepemilikan saham. Grup ini mengoperasikan berbagai perusahaan besar yang menjadi tulang punggung industri nikel dan stainless steel di Indonesia.
Salah satu entitas utama adalah PT Tsingshan Steel Indonesia (PT TSI), perusahaan yang mengelola sejumlah smelter di dalam kawasan IMIP. PT TSI memproduksi nikel pig iron dengan kapasitas produksi mencapai 500.000 ton per tahun.
Untuk mendukung kebutuhan energi industri, Tsingshan juga membangun pembangkit listrik berkapasitas 2×65 MW di Morowali. Pembangkit ini menjadi sumber pasokan untuk smelter-smelter yang membutuhkan tenaga listrik berdaya besar.
Selain PT TSI, ada pula PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (PT ITSS) yang mengoperasikan fasilitas smelter lainnya. Perusahaan ini sempat menjadi sorotan pada Desember 2023 akibat insiden ledakan yang menewaskan 18 pekerja, termasuk tenaga kerja asing asal China.
Tak hanya di Indonesia, jaringan bisnis Tsingshan Holding Group tersebar di lebih dari 15 negara, termasuk India, Singapura, dan Amerika Serikat.
Perusahaan-perusahaan Besar China yang Beroperasi di IMIP
Sebagai proyek luar negeri pertama Tsingshan melalui skema kerja sama dengan entitas Indonesia, kawasan IMIP kini menampung berbagai perusahaan besar asal China yang memperkuat rantai pasok nikel dari hulu hingga hilir. Beberapa di antaranya:
- PT Sulawesi Mining Investment Indonesia (SMI)
- PT Guangqing Nickel Corporations Indonesia (GCNS)
- PT Indonesia Ruipu Nichrome (IRNC)
- PT Dexin Steel Indonesia (DSI)
Kehadiran perusahaan-perusahaan ini menjadikan IMIP sebagai salah satu pusat produksi nikel dan stainless steel terbesar dunia, sekaligus pilar utama dalam proyek hilirisasi mineral nasional.
PT IMIP, Titik Sentral Industri Nikel Global
Dengan dominasi kepemilikan oleh perusahaan-perusahaan asal China dan dukungan investasi besar Tsingshan Holding Group, kawasan industri Morowali menjadi simpul penting dalam rantai pasok global logam dasar. Selain untuk kebutuhan stainless steel, produksi IMIP juga menjadi bagian dari ekosistem baterai kendaraan listrik yang tengah berkembang pesat secara global.
Dari keseluruhan struktur kepemilikan dan jaringan perusahaan yang beroperasi di dalamnya, terlihat jelas bahwa PT IMIP merupakan kombinasi investasi Indonesia dan China, dengan dominasi kuat Tsingshan sebagai pengendali utama. Posisi ini menjadikan IMIP sebagai aset strategis sekaligus pusat perhatian publik dalam setiap isu yang berkaitan dengan tata kelola industri dan peran negara di kawasan tersebut.
(Dist)






