Perundungan Brutal Geng Basis SMKN 1 Cikarang Barat, Keluarga Pelaku Merengek Minta Damai

perundungan SMKN 1 Cikarang Barat
(Dok SMKN 1 Cikarang Barat)
-

Tidak ada video disisipkan.

BEKASI, TEROPONGMEDIA.ID — Kepolisian memastikan proses hukum terhadap enam pelaku berstatus Anak Berhadapan Hukum (ABH) dalam kasus kekerasan di SMKN 1 Cikarang Barat, Jawa Barat, akan tetap berjalan sesuai UU 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Kasus ini mengakibatkan seorang siswa berinisial AA (16) mengalami cedera serius pada rahang. Sementara pihak keluarga korban dengan tegas menolak ajakan damai dari keluarga para pelaku.

Kanit Reskrim Polsek Cikarang Barat, Iptu Engkus Kusnadi, menyatakan bahwa dari penyelidikan telah ditetapkan lima tersangka, terdiri atas satu orang dewasa dan empat ABH.

“Proses hukum terhadap empat ABH ini akan tetap berjalan sesuai amanat undang-undang,” katanya di Cikarang, menutip Antara, Selasa (23/9/2025).

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 12 saksi, termasuk guru, orang tua, dan pelajar, motif aksi perundungan di SMKN 1 Cikarang Barat ini diduga dipicu karena korban memasang foto bersama seorang teman perempuan menggunakan seragam sekolah pada aplikasi pesan singkat.

Para pelaku perundungan yang merupakan kakak kelas korban dianggap melanggar aturan tak tertulis yang mereka buat sendiri, yang melarang siswa bermain dengan pelajar dari kelas atau jurusan lain.

“Mereka membuat aturan sendiri di lingkungan sekolah. Korban dianggap melanggar karena berfoto dengan siswa dari luar jurusannya,” jelas Engkus.

Diduga kuat, para pelaku tergabung dalam suatu kelompok atau “basis” pelajar yang telah masuk dalam catatan khusus pembinaan kesiswaan sekolah.

Orang tua korban, Indra Prahasta (41), mengecam tindakan kekerasan tersebut dan menuntut keadilan agar pelaku dihukum sesuai undang-undang.

“Pihak keluarga minta keadilan, pelaku harus ditindak. Saya ingin kasus ini cepat selesai,” ujarnya.

BACA JUGA

Gegara Trauma Perundungan, Mahasiswi UIN Bandung Bunuh Diri

Perundungan Siswa SMKN 1 Cikarang Barat, Polisi Periksa 12 Saksi

Ia juga menyayangkan lemahnya pengawasan sekolah, yang dinilai gagal mencegah insiden perundungan ini.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bekasi, Titin Fatimah, menyebutkan bahwa tim ahli telah diterjunkan untuk memberikan pendampingan psikologis kepada korban.

“Korban mengalami trauma dan membutuhkan penanganan psikologis. Jika diperlukan, kami akan berkoordinasi dengan LPSK untuk perlindungan lebih lanjut,” pungkasnya.

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City