Gegara Trauma Perundungan, Mahasiswi UIN Bandung Bunuh Diri

MAHASISWI UIN Bandung bunuh diri
(UIN Bandung)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung, AR (19) diduga mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Dari kabar yang beredar, AR meninggal karena trauma dan depresi akibat perundungan semasa SMA.

Himpunan mahasiswa Jurnalistik UIN Bandung menyampaikan duka cita dalam akun instagramnya @jurnalistikuinbdg.

“Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un. Keluarga besar Hima Jurnalistik turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Aulivia Rizkia dari Jurnalistik 2025 (1-C).

Semoga segala amal ibadah almarhumah diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, serta ditempatkan di tempat terbaik-Nya. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan.

Dalam doa kita bertemu, dalam kenangan kita bersama. Semoga Allah mempertemukan kembali di surga-Nya 🥀Al-Fatihah 🤲” kata akun @jurnalistikuinbdg pada Rabu (17/9/2025).

Baca Juga:

DP3A Bandung Libatkan Sekolah hingga Posyandu untuk Cegah Bunuh Diri dan Kekerasan Anak

Bejat! Ayah di Pandeglang Coba Bunuh Diri saat Terungkap Rudapaksa Anak Kandung

Rumor perundungan tersebut mencuat di kolom komentar akun himpunan tersebut.

“Buat guru BK..klu ada murid ngadu soal perundungan teh didenge…jgn bilah , ah kamunya meren.baperan,setiap anak tuh berbeda ..ada yg kuat ada yg gak,” kata julie_egy.

“korban bull*y*ng kak di sma pasundan 1 bdg,guru nya jg gada yg speak up samsek” lanjut akun @a.ddumpies.

“ga bisa kalo soal bully soalnya ngerasain sendiri gmna depresi nya.” kata sandraaprilliazahra29.

Ketua Program Studi Jurnalistik Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Aziz Maarif, membenarkan bahwa kematian mahasiswi berinisial AR dipicu depresi dan trauma akibat perundungan (bullying) yang dideritanya semasa SMA.

“Ibu korban bercerita bahwa anaknya stres karena bullying saat sekolah, bahkan sempat meminta pindah sekolah berkali-kali. Namun, sesudah dirayu, akhirnya korban bisa menamatkan sekolah di SMA itu,” kata Aziz, Senin (22/9/2025).

Bahkan, saat hendak memulai kuliah di UIN, hal pertama yang ditanyakan korban kepada ibunya adalah lingkungan pertemanan.

“‘Kira-kira di UIN teman-temannya baik, gak, ya? Teman-temannya kayak di SMA, gak, ya?’ Itu hal pertama yang ditanyakan korban kepada ibunya,” tutur Aziz.

Sang ibu kemudian meyakinkan anaknya bahwa lingkungan pertemanan di UIN baik karena mengusung nilai-nilai Islami.

“Akhirnya mau dia (korban) kuliah,” kata Aziz.

(Anisa Kholifatul Jannah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

5

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City