Profil Arief Suditomo yang Anaknya Diduga Terlibat Kasus Perundungan

Arief Suditomo
Profil Arief Suditomo (foto: dok. threads @ariefsuditomo)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TM.ID: Arief Suditomo, seorang tokoh publik yang terkenal dalam dunia jurnalistik dan politik Indonesia, tetiba menjadi sorotan media setelah anaknya diduga terlibat dalam kasus perundungan di BINUS School Serpong.

Simak profil Arief Suditomo serta peristiwa yang terjadi di sekitar kasus tersebut.

Profil Arief Suditomo 

Mohammad Arief Aspi’ie Suditomo, atau yang lebih terkenal sebagai Arief Suditomo, lahir pada (14/8/1968). Dengan usianya yang kini menginjak 55 tahun, Arief telah menorehkan berbagai prestasi dalam karier jurnalistik dan politiknya.

Awal kariernya bermulai sebagai seorang jurnalis di media cetak The Jakarta Post sebelum akhirnya merambah ke dunia penyiaran berita televisi.

Arief meraih penghargaan Panasonic Awards sebagai Pembawa Acara Berita Pria Terfavorit, yang menjadi tonggak penting dalam kariernya pada tahun 2002.

Setelah itu, Arief memasuki dunia politik dengan menjadi anggota DPR RI dari partai Hanura untuk periode 2014 hingga 2019.

Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Sekjen Bidang Pertahanan, Hubungan Luar Negeri, Intelijen, Komunikasi, dan Informasi di Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura.

Setelah masa jabatannya sebagai anggota DPR berakhir pada tahun 2019, Arief kembali ke dunia jurnalistik sebagai Pemimpin Redaksi dan Direktur Pemberitaan di Metro TV.

Bergabungnya Arief ke dalam partai NasDem sejak 2018 juga menunjukkan kiprahnya dalam dunia politik Indonesia.

Arief menempuh pendidikan tinggi di Universitas Padjajaran, Bandung, sebelum melanjutkan studinya di Universitas Westminster, Inggris. Selain itu, ia juga dikenal sebagai seorang yang beragama Islam dan memiliki pasangan bernama Puji Lidya Susanti Karamoy.

BACA JUGA : Anak Vincent Rompies Akhirnya di-Drop Out, Ternyata Segini Biaya Sekolahnya

Kasus Perundungan

Media sosial heboh dengan cuitan dari akun @gengtaibinus yang mengaitkan anak Arief, Raul, dengan kasus perundungan di BINUS School Serpong pada Selasa (20/2/2024). Cuitan tersebut menjadi viral dan menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir.

Dalam cuitannya, @gengtaibinus menyebutkan bahwa Raul, anak Arief, merupakan anggota DPR, jurnalis, dan petinggi di Metro TV. Namun, ia menegaskan bahwa Raul mengalami kesulitan di sekolah, menyiratkan adanya dugaan kasus perundungan.

Selain itu, tangkapan layar cuitan Arief Suditomo yang mengucapkan ulang tahun untuk putranya, Raul, pada tahun 2013 juga menjadi bahan perbincangan. Meskipun cuitan tersebut tidak secara langsung terkait dengan kasus perundungan, namun hal ini menambah kompleksitas pemberitaan seputar kasus tersebut.

 

 

(Hafidah/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

3

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City