Pemerintah Kaji Penambahan Kuota PBI JKN hingga 120 Juta Jiwa

Mensos: 65 Sekolah Rakyat Sudah Siap Jalankan Kegiatan Belajar Tahun Ini
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Kemensos)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Menteri Sosial Saifullah Yusuf smengungkapkan pemerintah tengah mempertimbangkan perluasan kuota peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Wacana ini masih berada pada tahap awal dan belum dibahas secara menyeluruh.

“Itu adalah salah satu skema yang kami siapkan juga. Mulai ada pembahasan tapi belum secara komprehensif,” ujar Saifullah Yusuf.

Saat ini, kuota PBI JKN baru mencakup sekitar 96,8 juta jiwa. Sementara itu, data Desil 1 hingga 4 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dirilis Badan Pusat Statistik menunjukkan sekitar 120 juta masyarakat masuk kategori layak menerima bantuan.

Menurut Mensos, kondisi tersebut mendorong perlunya penyesuaian kuota agar seluruh kelompok rentan dapat terjangkau oleh program jaminan kesehatan.

“Kalau nanti ada penambahan, tentu itu kami bisa melakukan penjangkauan keseluruhan kepada Desil 1, 2, 3, dan 4,” jelasnya.

Baca Juga:

Cak Imin: Desa Jadi Kunci Utama Ketepatan Sasaran PBI JKN

Penambahan kuota ini juga bertujuan menekan risiko kesalahan eksklusi (exclusion error), yakni ketika masyarakat yang berhak justru tidak mendapatkan akses bantuan. Pemerintah ingin memastikan tidak ada kelompok miskin maupun rentan miskin yang terlewat dari perlindungan.

Pembahasan terkait rencana ini telah dilakukan bersama sejumlah pihak, termasuk Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, serta Komisi IX DPR RI. Meski begitu, Saifullah Yusuf menegaskan bahwa kebijakan tersebut masih berupa gagasan awal.

“Jadi baru berupa gagasan, kemudian nanti Insya Allah akan kami tindaklanjuti dengan Kementerian Kesehatan, dengan BPJS Kesehatan, dengan BPS, dalam beberapa waktu ke depan,” tegasnya.

Jika direalisasikan, langkah ini diharapkan mampu memperluas akses layanan kesehatan sekaligus memperkuat sistem perlindungan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Indonesia.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Raih WTP ke-10, KDS Minta Kinerja dan Pelayanan Terus Ditingkatkan
Raih WTP ke-10, KDS Minta Kinerja dan Pelayanan Terus Ditingkatkan
DJP
DJP Dukung UMKM Naik Kelas via PP Nomor 20 Tahun 2026
Bupati Bandung Siapkan Langkah Terpadu Tangani Banjir, Sampah, dan Krisis Air saat Kemarau
Bupati Bandung Siapkan Langkah Terpadu Tangani Banjir, Sampah, dan Krisis Air saat Kemarau
Spanyol
Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional
bank bjb Dorong Sport Tourism Lewat Kesuksesan Suroboyo 10K di Kota Surabaya
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Berita Lainnya

1

Jembatan Cirahong, Satu-satunya Jembatan Susun di Indonesia

2

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
Puluhan Warga Kota Bandung Antusias Ikuti Program Padat Karya Tematik 2026
Puluhan Warga Kota Bandung Antusias Ikuti Program Padat Karya Tematik 2026
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik