Menaker Pastikan UMP 2026 Tetap Naik Meski Ekonomi Daerah Lesu

ump 2026
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. (X/selayangburuh)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli memastikan seluruh daerah tetap akan mengalami kenaikan upah minimum provinsi atau UMP 2026, meskipun pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut tercatat negatif. Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa tidak ada penurunan UMP di tahun depan.

Yassierli menyebut, daerah-daerah dengan pertumbuhan ekonomi negatif seperti Papua Tengah dan Papua Barat tetap akan menaikkan UMP 2026. Kenaikan tersebut akan mengacu pada inflasi sebagai dasar perhitungan.

“Tidak ada tentu istilahnya upahnya turun ya, karena formulanya tadi adalah inflasi ditambah pertumbuhan ekonomi kali alpha,” kata Yassierli di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Rabu (17/11/2025).

Rumus Kenaikan UMP 2026

Yassierli menjelaskan, rumus kenaikan UMP 2026 adalah inflasi ditambah hasil perkalian antara pertumbuhan ekonomi dan alpha. Adapun nilai alpha berada pada rentang 0,5 hingga 0,9.

Menurutnya, apabila suatu daerah tidak mencatatkan pertumbuhan ekonomi atau bahkan mengalami kontraksi, maka komponen inflasi akan menjadi faktor utama dalam penyesuaian upah minimum.

Dengan skema tersebut, kenaikan UMP tetap terjadi meskipun pertumbuhan ekonomi daerah berada di zona negatif.

Peran Dewan Pengupahan Daerah

Yassierli menegaskan, keputusan akhir mengenai besaran kenaikan UMP 2026 berada di tangan Dewan Pengupahan Daerah. Pemerintah pusat menyerahkan penetapan tersebut kepada daerah karena dinilai paling memahami kondisi perekonomian setempat.

“Kami sangat yakin Dewan Pengupahan Daerah punya data, tahu pertumbuhan ekonomi itu tinggi, kalau itu tinggi disebabkan oleh apa, kemudian sektor mana yang lebih dominan,” ujar Yassierli.

Ia menambahkan, Kementerian Ketenagakerjaan terus melakukan koordinasi serta pendampingan kepada Dewan Pengupahan Daerah dalam proses penetapan upah minimum.

Baca Juga:

Prabowo Teken PP Kenaikan Upah Minimum, Gubernur Diminta Tetapkan UMP Sebelum 24 Desember

Aspirasi Buruh Sudah Dipertimbangkan

Yassierli menegaskan, formula kenaikan UMP 2026 telah dirancang dengan mempertimbangkan berbagai kepentingan, termasuk aspirasi pekerja dan buruh.

Pada Rabu pagi, 17 Desember 2025, Kementerian Ketenagakerjaan juga telah melakukan sosialisasi kebijakan pengupahan kepada para pimpinan daerah. Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Kementerian Dalam Negeri.

“Jadi tentu suatu kebijakan kita sudah mempertimbangkan banyak hal. Jadi aspirasi buruh dan pekerja sudah sangat kami pertimbangkan,” kata Yassierli.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City