Lonjakan 191 Kasus Kekerasan, Pemkab Tangerang Setuju Pembatasan Medsos untuk Anak

Pemkab Tangerang membatasi medsos
Ilustrasi. (Istockphoto)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TEROPONGMEDIA.IDPemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah pusat untuk membatasi penggunaan media sosial (medsos) bagi anak-anak.

Kebijakan tersebut mencuat menyusul adanya 191 laporan kekerasan terhadap anak dan perempuan, yang sebagian di antaranya diduga dipicu oleh paparan konten negatif di dunia maya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang, Asep Suherman, menegaskan bahwa pembatasan akses media sosial menjadi langkah penting untuk melindungi anak dari berbagai risiko kekerasan maupun pelecehan.

“Harus membatasi medsos untuk anak-anak, dan ini lagi disosialisasikan kebijakannya,” ujar Asep Suherman kepada wartawan, Minggu (16/11/2025).

Dari 191 laporan yang masuk, sebagian besar merupakan kasus pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak usia sekolah.

Asep menjelaskan kemudahan akses internet membuat anak-anak semakin rentan terpapar perilaku negatif yang beredar di media sosial.

“Kita bebas di internet bisa apa saja. Sudah pasti (dipengaruhi media sosial),” katanya.

Asep menilai tingkat literasi digital anak-anak masih rendah, sehingga mereka belum mampu menghadapi derasnya arus algoritma dan konten yang beredar bebas di dunia maya.

Ia juga mengakui kapasitas pemerintah daerah dalam memantau aktivitas daring masyarakat masih sangat terbatas.

“Kita belum bisa melakukan pemantauan di media sosial. Teknologinya harus canggih, pegawai kita juga terbatas,” ujarnya.

Untuk itu, DP3A fokus pada upaya pencegahan melalui sosialisasi kepada berbagai stakeholder, termasuk sekolah, orang tua, dan lembaga pendamping.

DP3A Tangerang telah menyiapkan fasilitas penanganan korban, mulai dari layanan pengaduan, pendamping psikolog, penanganan medis, hingga pendampingan proses hukum.

“Kami menyiapkan psikolog, membawa korban ke rumah sakit bila perlu, dan merujuk visum jika diminta kepolisian,” jelasnya.

Baca Juga:

Pembatasan Gim Online dan Medsos untuk Pelajar Bakal Dikawal 4 Kementerian

DPR RI Desak Pemerintah Buat SKB Pembatasan Akses Internet Bagi Anak-anak

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan pemerintah pusat tengah membahas kebijakan pembatasan gim online dan media sosial bagi pelajar. Pembahasan ini melibatkan empat kementerian, yakni Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian PPPA, Kementerian Agama, serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Mu’ti menegaskan, kebijakan tersebut bukan bertujuan melarang anak bermain sepenuhnya, melainkan mengatur dan mengawasi agar penggunaan gim tidak memicu tindak kekerasan maupun kecanduan.

(Vini Virdiyanti/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

3

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City