Liburan ke Jepang Makin Mahal dan Ribet Gegara Aturan Baru

Gaya hidup Jepang. jepang aturan baru
Ilustrasi. (Freepik)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Jepang resmi memperketat akses masuk bagi wisatawan asing. Pemerintah kini mewajibkan turis mendaftar melalui sistem elektronik sebelum keberangkatan, sekaligus membayar biaya administrasi.

Kebijakan ini dikemas dalam skema bernama Japan Electronic System for Travel Authorization (JESTA). Lewat sistem tersebut, calon wisatawan harus mengisi data perjalanan secara lengkap dan membayar sekitar US$19 atau setara 3.000 yen.

Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam kebijakan pariwisata Jepang yang sebelumnya dikenal relatif longgar bagi turis dari berbagai negara.

Proses Masuk Kini Lebih Ketat

Dalam aturan baru, wisatawan diwajibkan mengajukan visa kunjungan singkat (single-entry) dengan durasi maksimal 90 hari melalui sistem online resmi.

Data yang diminta tidak sederhana. Mulai dari identitas paspor, informasi pribadi, rencana perjalanan, hingga detail akomodasi selama berada di Jepang harus diunggah sebelum keberangkatan.

Kementerian Luar Negeri Jepang menyebut proses verifikasi biasanya memakan waktu sekitar lima hari kerja setelah dokumen dinyatakan lengkap.

“Proses bisa lebih lama pada periode permintaan tinggi atau jika diperlukan klarifikasi tambahan,” demikian pernyataan resmi otoritas setempat.

Pengajuan bahkan sudah bisa dilakukan hingga tiga bulan sebelum jadwal keberangkatan.

Lonjakan Turis Jadi Pemicu

Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Sepanjang 2025, Jepang mencatat sekitar 42,7 juta kunjungan wisatawan internasional—angka yang melonjak tajam dan menekan sistem imigrasi.

Digitalisasi melalui JESTA diproyeksikan menjadi solusi untuk mempercepat pemeriksaan di perbatasan sekaligus meningkatkan pengawasan keamanan.

Di sisi lain, kebijakan ini juga menjadi alat kontrol untuk mengatur arus wisatawan yang semakin padat.

Tren Global: Eropa Ikut Perketat

Langkah Jepang sejalan dengan tren global. Sejumlah negara di Uni Eropa juga mulai menerapkan sistem serupa melalui Entry/Exit System (EES).

Sistem ini akan mengumpulkan data biometrik wisatawan, termasuk wajah dan sidik jari, guna memperketat pengawasan di perbatasan.

Implementasi dilakukan bertahap, dengan fokus pada efisiensi sekaligus keamanan lintas negara.

Baca Juga:

Diduga Liburan Bareng Suami Maissy, Siapa Cindy Rizky Aprilia?

Selain Jepang, Indonesia Juga Hadirkan Inovasi Masjid Berjalan

Bagi wisatawan, aturan baru ini menjadikan perjalanan ke Jepang lebih administratif. Ada prosedur tambahan yang wajib dilalui sebelum sekadar menikmati musim sakura atau hiruk pikuk Tokyo.

Namun bagi pemerintah Jepang, langkah ini adalah harga yang harus dibayar demi menjaga keseimbangan antara pariwisata, keamanan, dan kapasitas negara.

Di era lonjakan wisata global, pintu masuk tak lagi sekadar gerbang melainkan sistem yang menyaring siapa yang boleh datang, dan siapa yang harus menunggu.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Gensinimpact
Genshin Impact Account: Faktor yang Membentuk Akun Kuat di Era Modern Teyvat
Euro 2024
Prediksi Skor Belgia vs Tunisia, Setan Merah Incar Modal Positif Jelang Piala Dunia
Wujudkan Semangat Connecting Happiness, JNE Raih Penghargaan di Indonesia CSR Awards 2026
Wujudkan Semangat Connecting Happiness, JNE Raih Penghargaan di Indonesia CSR Awards 2026
KDS Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
KDS: Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara