Kasus Residen Anestesi PPDS, Pengamat: Pemerkosa Termasuk Kategori Jahat!

Awal tahun 2023 dibuka dengan sejumlah kasus mengenaskan, yakni dugaan rudapaksa anak di bawah umur, di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.(web)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kasus residen anestesi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad) yang telah melakukan pemerkosaan terhadap pendamping pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin mendapat sorotan publik.

Pelaku yang diketahui bernama Priguna Anugerah Prayoga (31), telah menyalahgunakan kewenangannya saat bertugas pada 18 Maret 2025 dini hari.

Pengamat Psikologi, Billy Martasandy pun menyoroti kasus ini. Menurutnya, kasus dokter residen perkosa pendamping pasien masuk kategori perilaku jahat. Pelaku merasa dirinya dominan sehingga dalam konteks pelecehan seksual batasan-batasan sosial kerap kali dilanggar dan melanggar hukum maupun etika.

“Ini perilaku jahat, ini ada kecenderungan bahwa tindakan asusila ini merupakan ekspresi dominan karena merasa unggul dilingkungan sosialnya. Ini bisa dilihat ketika pelaku mengarahkan korban sedemikian rupa untuk menjalankan perilaku tercelanya,” kata Billy, Jumat (11/4/2025).

BACA JUGA:

Geger, Dokter PPDS FK Unpad Lecehkan Penunggu Pasien di RSHS

Kemenkes Hentikan Sementara Program PPDS Anestesi Unpad di RSHS

Selain itu, Billy mengaku, pelaku tindak asusila ini biasanya memiliki gangguan kepribadian yang kemudian mempengaruhi cara pandang mereka terhadap orang lain.

Gangguan kepribadian antisosial, narsistik, atau psikopati, kata Billy, adalah beberapa contoh yang dapat menyebabkan pelaku merasa tidak terikat oleh norma sosial dan kurangnya empati.

“Ada faktor maskulinitas juga, pelaku sebagai laki-laki merasa dominan dibanding perempuan. karena dia merasa laki-laki, jadi dia berfikir mudah melakukan pelecehan seksual kepada perempuan. Karena merasa superior sehingga mengabaikan hak orang lain,” ucapnya

Saat disinggung terkait kematangan psikologi yang harus dimiliki para dokter, Billy mengatakan, pengaruh eksternal kerap kali mempengaruhi pola pikir seseorang.

Billy pun melanjutkan, individu mudah rapuh apabila dihadapkan situasi yang dinilai menguntungkan seseorang guna memuaskan libido, tak terkecuali seorang dokter.

“Walaupun secara psikologis sudah matang tapi manusia mudah di pengaruhi oleh lingkungan eksternal. dimana manusia mudah rapuh ketika dihadapkan dengan situasi eksternal yg bisa memuaskan individu,” ujarnya

Dirinya mengungkapkan, pelaku yang tumbuh dalam lingkungan yang mengabaikan atau tidak peduli terhadap masalah emosional dan psikologis mungkin merasa kurangnya pengawasan atau rasa tanggung jawab terhadap tindakan mereka.

Ketika tidak ada batasan atau kontrol yang jelas dari keluarga atau masyarakat, mereka mungkin merasa bebas untuk melakukan tindakan pelecehan seksual tanpa takut akan konsekuensi.

“Kalau ditanya penyakit atau bukan harus tau apakah ini berulang atau tidak. Tapi diliat dari kasus sih kayanya pelaku udh sering melakukan pelecehan jadi ya bisa disebutkan ini penyakit,” katanya

“Diperlukan pemeriksaan psikologis lebih lanjut untuk menegakkan diagnosa. Bantuan profesional dari psikolog dan psikiater untuk menangani kasus tersebut,” pungkasnya

(Kyy/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
KDS Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
KDS: Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
Pelatih Baru Timnas Indonesia John Herdman
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Oman: Ujian Perdana John Herdman di GBK, Garuda Bidik Hasil Positif
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Kadeudeuh Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
Berita Lainnya

1

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
Headline
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara