Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik di 2026, Pemerintah Janji “Tak Bikin Kaget”

Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2026 iuran bpjs 2026
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Dok Kemenkeu)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah berencana untuk menaikan iuran BPJS Kesehatan di 2026. Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan kenaikan itu tidak akan dilakukan sekaligus, melainkan bertahap.

Sri Mulyani mengatakan, kenaikan bertahap iuran BPJS Kesehatan tersebut bertujuan agar masyarakat “tidak terlalu kaget” dan fiskal negara tetap sehat.

“Kebijakan ini penting untuk menjaga keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Skema pembiayaan harus adil, antara peserta, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah,” kata Sri Mulyani dalam Buku II Nota Keuangan RAPBN 2026, dikutip Selasa (19/8/2025).

Kenaikan bertahap, menurut pemerintah, diharapkan menjadi obat pereda keresahan publik. Pasalnya, meski kesehatan rakyat dijamin, daya beli masyarakat tetap harus dihitung.

“Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat dan fiskal negara,” jelas Sri Mulyani.

Baca Juga:

Sri Mulyani Siapkan Jurus Tumpas Shadow Economy, Dari Warung sampai Lautan!

Fantastis! Pemerintah Gelontorkan Investasi Rp 51,7 Triliun untuk FLPP, Bulog, dan PT SMI

Selain iuran, pemerintah juga menyoroti likuiditas Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan. Solusinya, memanfaatkan instrumen inovatif seperti supply chain financing hingga skema pendanaan alternatif.

Namun, kebijakan ini diperkirakan menambah beban APBN. Pemerintah tetap harus mengalokasikan dana besar untuk peserta penerima bantuan iuran (PBI), subsidi peserta mandiri kelas III, hingga menanggung iuran ASN.

Sri Mulyani menekankan perlunya kolaborasi lintas kementerian agar kebijakan penyesuaian berjalan efektif. “Dengan tata kelola yang baik, penataan pendanaan, dan penyesuaian bertahap, stabilitas DJS Kesehatan dapat terjaga,” ujarnya.

Meski pemerintah menyebutnya “bertahap”, masyarakat tahu arah akhirnya sama: iuran naik. Bedanya, kali ini kantong rakyat diberi kesempatan untuk “bernapas sebentar” sebelum dompet ikut sesak.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

3

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

4

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

5

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City