ACEH, TEROPONGMEDIA.ID – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Aceh mencatat kerusakan tambak rakyat akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut mencapai 30,7 ribu hektare. Bencana hidrometeorologi itu terjadi pada akhir November 2025 dan berdampak pada sembilan kabupaten/kota di Provinsi Aceh.
“Luas tambak rakyat yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 di Provinsi Aceh mencapai 30,7 ribu hektare,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala DKP Provinsi Aceh Kariamansyah dikutip dari Antara, Kamis (22/1/2026).
Ia menyebutkan Kabupaten Aceh Utara menjadi daerah dengan kerusakan tambak terluas, yakni mencapai 10,6 ribu hektare. Disusul Kabupaten Aceh Timur dengan kerusakan seluas 7.094 hektare dan Kabupaten Bireuen sebesar 4.945 hektare.
Baca Juga:
Banjir Terjang Aceh, 3 Desa di Semeulue Terendam
Kerusakan tambak rakyat juga terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang seluas 3.435 hektare, Kabupaten Pidie 1.759 hektare, serta Kabupaten Pidie Jaya mencapai 1.756 hektare.
“Sementara di Kota Langsa kerusakan mencapai 786 hektare, Kota Lhokseumawe 304 hektare, dan Kabupaten Aceh Barat sekitar 3,67 hektare,” ujar Kariamansyah.
Selain tambak, bencana tersebut juga merusak infrastruktur pendukung berupa saluran air tambak. Total panjang saluran yang mengalami kerusakan mencapai 629 kilometer.
Kerusakan terpanjang tercatat di Kabupaten Aceh Utara sepanjang 333 kilometer, disusul Kabupaten Bireuen 170,87 kilometer. Sementara di Kabupaten Pidie Jaya kerusakan saluran mencapai 50,95 kilometer, Kabupaten Aceh Timur 50 kilometer, dan Kabupaten Aceh Tamiang sekitar 20 kilometer.
Kariamansyah menambahkan, data kerusakan tambak rakyat tersebut masih akan divalidasi ulang untuk memperoleh data yang lebih akurat. Pemerintah Provinsi Aceh berencana melakukan rehabilitasi tambak rakyat terdampak mulai tahun ini dan ditargetkan rampung dalam waktu tiga tahun.











